WAWACARA EKSKLUSIF
Mengenal Penyakit TBC, Cara Mencegah dan Target Batam Bebas Tuberkulosis
Penyakit tuberkulosis menjadi perhatian Dinkes Batam. Mereka bahkan mencanangkan Batam bebas TBC.
Maka itu, kami sangat himbau bagi yang memiliki gejala tersebut agar memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.
Caranya cukup mudah kok, tinggal datang, nanti dilakukan pemeriksaan, dan semuanya bersifat gratis, tidak dipungut biaya sama sekali.
TB: TBC masuk kategori penyakit menular, bisa dijelaskan soal itu?
LS: Bicara soal penularan TBC, kita akan lebih mudah membayangkannya seperti kasus penyakit Covid-19 lalu.
Seperti Covid lalu, bakteri TB juga menular diantaranya melalui droplet yang terinfeksi di udara.
Dari udara masuk sampai ke saluran pernapasan.
Bisa juga melalui percikan dahak.
TB: Siapa saja yang berisiko terjangkit TBC?
LS: Semua orang, siapapun punya risiko terjangkit TBC.
Namun tingkat terjangkitnya tersebut juga tergantung tingkat imunitas atau daya tubuh.
Saat seseorang kontak dengan orang yang terinfeksi TBC, dan pada saat tersebut daya tahan orang tersebut rendah, maka orang orang tersebut punya resiko besar terpapar infeksi tuberkulosis dengan cepat.
Sebaliknya bila daya tahan tubuh tinggi, kecil resikonya terjangkit saat itu juga.
Perlu digaris bawahi juga, ketika terjadi kontak dengan penderita TBC, kuman atau bakteri TB yang masuk ke dalam tubuh tidak otomatis mati atau lenyap.
Kuman tuberkulosis bisa bertahan di dalam tubuh beberapa hari lalu aktif saat imunitas menurun.
Jadi ada istilah dormant atau bahasa sederhananya kuman tidur dalam tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Penanggung-jawab-program-TBC-Dinkes-Batam-Leni-Susanti.jpg)