Senin, 8 Juni 2026

TIPS

Cara Bikin Gorengan Tetap Renyah hingga Waktu Buka Puasa, Begini 6 Tipsnya

Simak cara membuat gorengan bisa renyah lebih lama dan masih sedap dimakan saat berbuka puasa.

Tayang:
pixabay.com
Ilustrasi Gorengan. Makanan gorengan kerapkali menjadi menu favorit saat berbuka puasa. 

TRIBUNBATAM.id - Gorengan masih menjadi menu takjil yang banyak dicari saat berbuka puasa.

Rasanya yang gurih dan renyah membuat makanan ini favorit semua kalangan.

Ternyata ada tips yang membuat gorengan bisa renyah lebih lama dan masih sedap dimakan saat berbuka puasa.

Meski terbilang sederhana, cara menggoreng makanan harus tepat agar hasilnya renyah.

Pemilihan minyak hingga suhu panas untuk menggoreng sangat penting untuk diperhatikan.

Berikut enam cara membuat lauk serba goreng agar hasilnya renyah dari buku "Seri Teknik Memasak: Masakan Serba Goreng" (2013) oleh Ide Masak terbitan Gramedia Pustaka Utama, yakni:

  • Pilih minyak goreng berkualitas

Setiap jenis minyak memiliki titik asap yang berbeda, yakni waktu asap tipis muncul setelah minyak dipanaskan.

Baca juga: Bikin Diabetes, Ini Deretan Dampak Buruk Konsumsi Makanan Cepat Saji Saat Buka Puasa

Baca juga: Tips Jitu Menahan Lapar Lebih Lama saat Berpuasa, Termasuk Konsumsi Makanan Hangat

Minyak yang memiliki titik asap semakin tinggi biasanya memiliki mutu semakin baik.

Beberapa jenis minyak dengan titik asap tinggi adalah minyak kanola, minyak kacang, dan minyak biji bunga matahari.

Hindari membeli kemasan minyak bocor, kamu harus memerhatikan dengan cermat saat memilihnya di pasaran.

  • Boleh pakai minyak bekas

Minyak bekas menggoreng atau minyak jelantah boleh saja digunakan kembali untuk memasak.

Namun, sebelumnya, pastikan kamu sudah menyimpannya di wadah bersih dan kedap udara. 

Saran penggunaan minyak bekas maksimal tiga hari setelah dipakai karena warna dan konsistensinya akan berubah, apalagi bila dipakai menggoreng bahan dengan banyak bumbu.

Senyawa toksik yang memicu kanker juga dikhawatirkan bisa terdapat dalam minyak bekas bila dipakai berulang kali dalam waktu lama.

Jadi, hindari memakai minyak bekas yang sudah menhitam dan baunya sangat kuat.

Minyak ini biasanya akan meneluarkan asap berlebihan saat dipanaskan.

Baca juga: Cara Ketahui Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa secara Online, Cek Aplikasi Ini

Baca juga: Cara dan Syarat Tukar Uang Baru di Kas Keliling Bank Indonesia Jelang Lebaran 2023

  • Gunakan wajan stainless steel

Wajan stainless steel dinilai paling baik dan tepat untuk menggoreng.

Pasalnya, wajan berbahan besi dan tembaga akan merusak minyak dalam waktu lebih cepat.

Gunakan wajan stainless steel berbentuk cekung dan tebal bila ingin menggoreng dengan minyak banyak agar bahan makanan dapat dimasak dengan sempurna.

  • Sesuaikan suhu minyak

Suhu minyak untuk menggoreng umumnya berkisar 160 hingga 190 derajat celsius.

Kamu bisa mengatur suhu panasnya sekitar 160-175 derajat celsius saat menggoreng.

Atur api kompor sedang untuk mendapatkan suhu panas tersebut.

Bila memiliki termometer dapur atau termometer tembak, kamu bisa menggunakannya untuk menentukan suhu yang tepat.

  • Masukkan bahan makanan sedikit saja

Jangan memasukkan bahan makanan terlalu banyak saat menggoreng.

Hal ini menyebabkan gorengan menjadi tidak renyah karena sisa ruang yang sempit.

Pastikan untuk menggoreng sedikit bahan makanan dengan minyak cukup agar kematangannya lebih merata.

Kamu bisa memasukkan bahan makanan satu per satu dari jarak dekat ke dalam minyak panas.

Jangan melemparnya agar minyak tidak menyiprat.

Jangan mendiamkan lauk yang digoreng terendam minyak setelah matang.

Sebab, minyak akan meresap dan membuat gorengan tidak renyah Jika sudah matang, segera tiriskan makanan di rak kawat atau sutil berlubang selama 20-30 menit.

Makanan juga bisa ditiriskan di atas tisu dapur untuk mengurangi jumlah minyak di dalamnya.

(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved