Rabu, 15 April 2026

INFO CUACA

UPDATE Cuaca di Pulau Bintan Tiga Hari Mendatang, BMKG Minta Waspadai Bahaya Sinar UV

BMKG RHF Tanjungpinang meminta warga untuk mewaspadai panasnya sinar UV yang bisa membahayakan kesehatan. Simak prakiraan cuaca di Pulau Bintan.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak |
DOK TRIBUNWOW
BMKG RHF merilis info cuaca untuk Pulau Bintan selma tiga hari mendatang. Ilustrasi Info Cuaca 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang merilis info prakiraan cuaca Pulau Bintan.

Menurut BMKG, secara umum cuaca Pulau Bintan diperkirakan cerah berawan hingga berawan.

Meski begitu, sesekali berpeluang hujan dengan intensitas ringan pada siang hari.

Prakiraan cuaca ini dirilis untuk tiga hari ke depan, mulai hari ini Jumat (14/4/2023) hingga Minggu (16/4/2023).

Adapun wilayah Pulau Bintan ini, termasuk Tanjungpinang, Kijang, Lagoi, Tanjung Uban dan sekitarnya.

Arah kecepatan angin bertiup dari Barat Laut - Timur Laut berkisar 05 – 25 km/jam dengan suhu 24 – 33°C dan kelembapan udara 60 – 95 persen.

Untuk ketinggian gelombang signifikan di perairan Tanjungpinang 0.5 – 1.25 meter, Perairan Batam 0.5 – 1.25 meter, Perairan Karimun 0.5 – 1.25 meter, Perairan Bintan 0.5 – 1.25 meter, Perairan Lingga 0.5 - 1.25 meter, Perairan Anambas 0.5 - 1.25 meter dan Perairan Natuna 0.5 – 1.25 meter.

Baca juga: JADWAL Keberangkatan KM Kelud dari Batam ke Medan Berubah, Cek Jadwal Terbarunya 

Prakirawan BMKG, Diana Siregar menyampaikan, analisis cuaca skala global (ENSO, IOD) dan skala regional (MJO) tidak memberikan dampak yang signifikan untuk kondisi cuaca di Pulau Bintan

"Kondisi SST yang cukup hangat dapat mendukung pembentukan awan konvektif," paparnya dalam rilis tertera.

Aliran udara di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya masih dipengaruhi belokan angin (shearline). 

Namun adanya difluensi angin beberapa hari ke depan mengakibatkan kurang giatnya pertumbuhan awan konvektif. 

Analisis cuaca skala lokal yakni kondisi RH yang relatif rendah menunjukkan kurangnya pasokan uap air di atmosfer yang dapat menghambat pertumbuhan awan konvektif. 

Kondisi labilitas atmosfer (SI, LI, dan KI) yang cenderung labil ringan menunjukkan potensi kecil terjadinya pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) penghasil hujan dan petir.

Patut waspada terhadap suhu udara tinggi yang menimbulkan titik panas yang dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. 

Serta waspada terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) tinggi yang berisiko terhadap kesehatan pada saat siang hari.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved