Kamis, 9 April 2026

BATAM TERKINI

Terancam tak Bisa Cari Makan, Pedagang Seken di Batam Ngadu ke DPRD

Ribuan pedagang seken di Batam mulai cemas terkait larangan berjualan barang seken berdasarkan aturan Permendag Nomor 40 Tahun 2022.

TRIBUNBATAM.id/PERTANIAN SITANGGANG
Para pedagang seken Batam, saat RDP di DPRD Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Imer Nainggolan, Sekretaris Asosiasi Pedagang Seken Batam (APSB) mengungkapkan saat ini anggota APSB di Batam sudah beranggotakan 3.000 orang.

Ribuan orang itu menggantungkan hidupnya dengan berjualan barang bekas yang diimpor dari Singapura.

Imer menceritakan, awalnya pedagang seken di Batam berangkat ke Singapura dan pulang bawa lima koper baju seken.

Namun, hal itu menimbulkan keributan di Pelabuhan.

Akhirnya, kawan-kawan coba menggunakan kontainer, tetapi malah ditangkap.

Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Batam, Senin (17/4/2023), dia menjelaskan bahwa barang seken di Batam bukan hal baru bahkan sudah berjalan sejak lama.

Dan perdagangan barang seken di Batam sangat membantu perekonomian masyarakat.

"Saat ini, untuk APSB memiliki anggota kurang lebih 3000 orang, kami menggantungkan hidup dari berjualan seken," kata Imer.

Baca juga: Berburu Tas Branded di Pasar Seken Aviari Batam, Dari Polo, Luis Vuitton Ada Loh

Dia juga menjelaskan, semenjak sulitnya mendapatkan pekerjaan di Batam dan banyaknya penggangguran banyak orang yang beralih menjadi penjual seken.

"Kita bisa lihat saat ini di lapangan, khususnya di Pasar kaget, banyak pedagang seken," kata Imer.

Dia mengatakan, pemerintah dan juga dinas terkait bisa melihat peningkatan jumlah pedagang seken di Kota Batam, yang setiap hari terus menjamur.

"Jadi kita butuh kebijakan dari pemerintah," kata Imer.

Dia menceritakan, awal masuknya barang seken ke Batam, di mana pedagang pergi ke Singapura jalan-jalan, dan pulang dari Singapura membawa lima koper kain seken.

"Tetapi seiring berjalannya waktu, semakin banyak warga yang pergi ke Singapura dan setiap pulang membawa barang, tiga sampai lima koper,"katanya.

Imer, menjelaskan karena semakin banyaknya orang yang datang dari Singapura bawa Baju seken menimbulkan keributan di pelabuhan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved