Kamis, 16 April 2026

Taiwan Temukan Mi Instan Indonesia dan Malaysia Mengandung Zat Pemicu Kanker

Dua produk mi instan masing-masing dari Indonesia dan Malaysia yang dijual di Taipei, Taiwan ditemukan mengandung zat pemicu kanker

Freepik.com
Ilustrasi mi instan - Dua produk mi instan masing-masing dari Indonesia dan Malaysia yang dijual di Taipei, Taiwan ditemukan mengandung zat pemicu kanker 

TRIBUNBATAM.id - Departemen Kesehatan Taipei, Taiwan dilaporkan telah memerintahkan kepada semua toko di ibu kota menarik produk mi instan asal Indonesia dan Malaysia, terutama yang mengandung etilen oksida.

Negara kepulauan tersebut juga akan menjatuhkan denda kepada importir produk mi instan tersebut sebesar 60.000 dollar baru Taiwan (sekitar Rp 29,2 juta) hingga 200 juta dollar baru Taiwan (sekitar Rp 97,6 miliar).

Diketahui dua produk mi instan masing-masing dari Indonesia dan Malaysia yang dijual di Taipei, Taiwan ditemukan mengandung zat pemicu kanker atau zat karsinogenik.

Berdasarkan informasi yang dimuat di situs web Biro Zat Beracun dan Kimia di bawah Administrasi Perlindungan Lingkungan Tingkat Kabinet Taiwan, etilen oksida beracun jika dikonsumsi atau dihirup.

Selain menyebabkan limfoma dan leukemia, etilen oksida disebut juga bisa menyebabkan iritasi serius pada kulit dan mata bagi siapa saja yang bersentuhan dengan zat tersebut.

Etilen okida bahkan dilaporkan dapat memicu cacat kelahiran dan keturunan.

Baca juga: 3 Cara Masak Mi Instan Sehat untuk Diet

Baca juga: 5 Dampak Negatif Terlalu Sering Makan Mi Instan, Awas Serangan Asma

Departemen Kesehatan Taipei mengumumkan hal tersebut pada Senin (24/4/2023), saat merilis hasil pemeriksaan mi instan yang tersedia di Ibu Kota Taipei pada tahun 2023.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Kesehatan Taipei mengatakan telah menemukan sejumlah "Ah Lai White Curry Noodles" dari Malaysia dan sejumlah "Indomie: Rasa Ayam Spesial" dari Indonesia sama-sama mengandung etilen oksida, senyawa kimia yang terkait dengan limfoma dan leukemia.

Limfoma adalah kanker yang memengaruhi kelenjar getah bening.

Sedangkan leukemia adalah kanker yang memengaruhi darah dan sumsum tulang.

Dikutip dari Focus Taiwan melalui kompas.com, berdasarkan hasil pengujian, Departemen Kesehatan Taiwan mengungkap, etilen oksida terdeteksi pada mi dan paket bumbu di produk mi instan asal Malaysia.

Sementara itu, di produk mi instan asal Indonesia, zat karsinogenik hanya terdeteksi di paket bumbu.

Kepala Divisi Obat dan Makanan Departemen Kesehatan Taipei, Chen Yi-ting, mengatakan pemeriksaan mi instan dilakukan dengan memilih acak 30 produk dari supermarket, toko serba ada, hypermarket, pasar basah tradisional, toko makanan Asia Tenggara, dan importir grosir di kota.

Baca juga: Mi Instan Digemari Seluruh Dunia, Negara Mana Paling Banyak Memakannya

Baca juga: Kenapa Mi Instan Indonesia Ditolak Masuk Taiwan, Benarkah Berbahaya?

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved