Breaking News:

Kenapa Mi Instan Indonesia Ditolak Masuk Taiwan, Benarkah Berbahaya?

Sejumlah produk mi instan asal Indonesia yang diangkut kapal ditolak masuk ke Taiwan karena memiliki tingkat kandungan residu pestisida di luar batas

Istimewa
Ilustrasi mi instan yang kerap menjadi makanan cepat saji yang banyak digemari masyarakat Indonesia 

TRIBUNBATAM.id - Sejumlah produk mi instan asal Indonesia yang diangkut kapal ditolak masuk ke Taiwan.

Negara Kepulauan itu berpendapat, penolakan karena produk mi instan tersebut mengandung bahan berbahaya.

Bukan cuma dari Indonesia, beberapa produk mi instan dari Filipina dan Jepang turut mengalami hal serupa.

Menurut Otoritas Badan Makanan dan Obat-obatan Taiwan, penolakan dikarenakan beberapa produk mi instan tersebut memiliki tingkat kandungan residu pestisida di atas ambang batas.

Selanjutnya, barang-barang yang ditolak masuk itu akan dikembalikan atau dimusnahkan.

Sebuah penelitian memaparkan penggunaan pestisida mungkin memiliki efek negatif terlebih pada anak-anak.

Melansir Healthline, paparan pestisida tingkat tinggi pada anak-anak dapat berdampak pada kemunculan kanker, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan autisme.

Baca juga: Gurih Bisa Bikin Candu, Ini kenapa Rasa Mi Instan Sulit Dilupakan

Baca juga: 3 Pemuda Nekat Curi Barang di Kafe Natuna Buat Bayar Kos, Mi Instan pun Disikat

Bahkan sebuah ulasan mengungkapkan paparan pestisida tingkat rendah dapat berdampak negatif pada perkembangan neurologis dan perilaku anak-anak.

Penelitian sebelumnya yang melibatkan 1.139 anak-anak menemukan kemungkinan 50-90 persen peningkatan ADHD pada anak-anak dengan kadar pestisida urine tertinggi dibandingkan dengan yang memiliki kadar urine terendah.

Dalam studi tersebut, belum diketahui secara pasti apakah pestisida yang terdeteksi dalam urin berasal dari produk atau paparan lingkungan lainnya seperti tinggal di dekat peternakan.

Adapun paparan prenatal terhadap jenis pestisida tertentu dikaitkan dengan kemungkinan gangguan spektrum autisme yang lebih tinggi terutama jika paparan terjadi dalam tahun pertama kehidupan.

Sebagai informasi, tingkat pestisida dapat dikurangi dengan memasak atau mengolah makanan.

Mengupas atau memotong buah dan sayuran pun dapat menghilangkan residu pestisida dari kulit luar, meskipun dapat menurunkan nilai gizi.

Baca juga: Bukan Hanya Mi Instan, Inilah 5 Jenis Makanan Pemicu Kanker, Batasi Konsumsinya!

Baca juga: Nikmat tapi Berbahaya, Simak Aturan Konsumsi Mi Instan agar Tak Menyesal

Dilansir dari laman EPA melalui kompas.com, pestisida banyak digunakan dalam produksi makanan untuk mengendalikan hama seperti serangga, tikus, gulma, bakteri dan jamur.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved