Jumat, 15 Mei 2026

PARIWISATA KEPRI AMAN

Ramadan di Karimun Memang Beda, Ada Festival Lampu Colok saat Malam 7 Likur

Festival Lampu Colok saat Malam Tujuh Likur saat Ramadan di Karimun menjadi daya tarik pariwisata Kepri tersendiri.

Tayang: | Diperbarui:
TribunBatam.id
Festival Lampu Colok di Kundur Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri saat malam tujuh likur di bulan Ramadan. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Malam penghujung Ramadan di Karimun kian semarak dengan Festival Lampu Colok.

Pelaksanaan festival lampu colok di Karimun ini biasa dilakukan saat malam tujuh likur atau malam 27 Ramadan hingga takbir berkumandang.

Tradisi ini masih lestari di 'Bumi Berazam' ini.

Festival lampu colok Karimun itu berasal dari kaleng bekas minuman yang dimodifikasi dengan memberi sumbu dan bahan bakar minyak.

Bekas minuman kaleng yang telah diubah itu, kemudian disusun sedemikian rupa.

Baca juga: Tempat Wisata di Karimun, Menikmati Segarnya Air Terjun Gunung Jantan di Desa Pongkar

FESTIVAL LAMPU COLOK KARIMUN - Potret Festival Lampu Colok Karimun menghiasi malam tujuh likur atau malam 27 Ramadan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
FESTIVAL LAMPU COLOK KARIMUN - Potret Festival Lampu Colok Karimun menghiasi malam tujuh likur atau malam 27 Ramadan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). (TribunBatam.id/Yeni Hartati)

Ada yang menyerupai bentuk bangunan, seperti masjid atau bangunan ikonik di Karimun lainnya.

Pada tahun ini, lampu colok yang terpasang pada festival lampu colok sedikit berbeda yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Hal itu di karenkan BBM jenis minyak tanah tiga tahun terakhir telah langka atau dialihkan dengan menggunakan solar.

Sebelumnya tradisi lampu colok hanya digunakan sebagai penerangan jalan-jalan perkampungan.

Mulai dari perkarangan atau halaman rumah hingga menuju Masjid.

Namun dengan kreatifitas masyarakat sejak tahun 1980-an hingga saat ini, lampu colok dibentuk menyerupai bangunan atau menara yang kokoh dan megah menghiasi setiap sudut persimpangan jalan.

Baca juga: Safari Ramadan di Karimun, Warga Durai Usulkan Pembangunan Masjid ke Wabup

Apalagi saat ini tradisi lampu colok sudah sangat luar biasa disambut oleh seluruh masyarakat Kabupaten Karimun.

Tidakhanyaitu, Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pariwisata juga ikut mendukung dengan menggelar festival lampu colok yang diselenggarakan di Kawasan Startegis Pariwasata Tanjungbalai Karimun agar pelestarian tradisi tetap terjaga.

Dalam tradisi turun temurun lampu colok juga mengandung nilai-nilai dan makna lain, yaitu nilai agamis, gotong royong dan semangat kebersamaan.

Tanpa ada semangat gotong royong dan semangat kebersamaan, tidak mungkin bangunan menyerupai menara lampu colok dengan berbagai model dapat tegak kokoh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved