Senin, 20 April 2026

WAWANCARA EKSKLUSIF

Tantangan Pedagang Hewan Kurban di Batam, Soal Pengiriman hingga Regulasi

Dua founder KandangBekah.id membagikan pengalamannya selama menjadi pedagang hewan ternak terutama hewan kurban untuk perayaan Idul Adha di Batam.

TRIBUNBATAM.id
Founder KandangBerkah.id, Zulfikar Kalam dan Kakan Sri Agung membagikan pengalamannya sebagai pedagang hewan ternak khususnya hewan kurban di Batam dalam Tribun Podcast Ekbis, Selasa (16/5/2025). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Beberapa bulan sebelum perayaan Idul Adha, para pedagang hewan ternak di Batam mulai mendatangkan hewan kurban untuk memenuhi kebutuhan umat muslim yang akan berkurban.

Tak heran jika 9 Mei 2023 silam, sebanyak 2.050 ekor sapi didatangkan dari luar pulau yakni dari Lampung sebanyak 1.500 ekor sapi dan NTT 550 ekor.

Tahun 2023 ini, diperkirakan akan ada kenaikan jumlah permintaan hewan kurban dibandingkan tahun 2022 karena saat itu sedang merebak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Untuk membahas terkait persiapan para pedagang hewan ternak menyambut Idul Adha, Tribun Batam menghadirkan narasumber yang terlibat langsung dalam bisnis hewan kurban.

Mereka adalah Zulfikar Kalam dan Kakan Sri Agung, keduanya merupakan Founder KandangBerkah.id.

Baca juga: Jual Beli Kursi Kampus Negeri Marak, Poltek Batam Pastikan Proses Seleksi Transparan

Berikut petikan wawancara khusus dengan kedua narasumber:

Tribun Batam (TB) : Apa syarat memperjualbelikan hewan kurban?

Kakan Sri Agung (KSA): Kalau untuk hewan kurban sapi yang pasti umurnya sudah dua tahun ke atas atau hewannya sudah powel, powel itu artinya sudah lepas gigi minimal satu. Kalau untuk kambing pada umur sekitaran satu tahun ke atas.

Zulfikar Kalam (ZK): Hal yang paling penting dari hewan kurban ini adalah hewannya tidak cacat, matanya tidak buta, kakinya tidak patah, segala macamnya harus diperhatikan juga.

Hal perlu diperhatikan juga, kadang kan orang berkurban, kambing betina harganya lebih rendah daripada kambing jantan, itu juga harus diperhatikan.

Kenapa sih kita itu afdhalnya lebih ke kambing jantan, karena kambing betina itu dipakai untuk peranakan, yang kedua kadang kita lalai atau apa, kambing betina sedang mengandung, itu kan nggak boleh dijadikan hewan kurban, karena sedang mengandung.

Ada kejadian, kambing betinanya dipotong, ternyata ada anaknya, otomatis kan mati semua. Itulah kenapa dianjurkan menggunakan kambing jantan

Tapi tetap bisa kan berkurban dengan hewan kambing betina?

Kambing betina tetap boleh, bukan tidak boleh, cuman lebih duanjurkan untuk berkurban dengan menggunakan kambing jantan

TB : Sapi di Batam banyak didatangkan dari daerah lain. Kira-kira apa kendala dihadapi pedagang hewan ternak atau kurban untuk menyediakan stok hewan kurban?

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved