Sabtu, 18 April 2026

BATAM TERKINI

Kabinda Kepri Gandeng TNI hingga KWI, Dukung Pemberantasan Human Trafficking

Kabinda Kepri, Bonar Panjaitan mendukung pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Kepri dan menggandeng TNI, Polri dan KWI.

Penulis: ronnye lodo laleng |
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Kabinda Kepri, Bonar Panjaitan saat menghadiri Gala Dinner bersama kepada Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC di Gereja Santo Petrus, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.idKabinda Kepri, Bonar Panjaitan menyatakan komitmennya untuk mendukung pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Kepri.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Gala Dinner bersama kepada Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC di Gereja Santo Petrus, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, Selasa (23/5/2023).

“Kami mengapresiasi karya pelayanan gereja dalam membela kemanusiaan di Batam melalui Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPMP) keuskupan Pangkalpinang yang dipimpin Romo Paschal,” kata Bonar.

Ia menegaskan, upaya untuk membela kemanusiaan dengan melawan jaringan TPPO selama ini memang menghadapi berbagai tantangan.

 “Apapun tantangannya, negara tidak boleh kalah, untuk itu Binda Kepri siap berkolaborasi dengan TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja dalam memberantas TPPO,” katanya.

Ketua KWI, Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas dukungan dan komitmen Kabinda Kepri untuk bersama-sama dalam mendukung karya-karya kemanusiaan, khususnya di wilayah Provinsi Kepri.

Baca juga: JIKA Terpilih saat Pemilu, Caleg Wajib Laporkan Jumlah Kekayaan yang Dimiliki

“Terima kasih atas komitmen Kabinda dan Kapolda Kepri yang baru serta para pejabat pemerintah untuk mendukung karya kemanusiaan, kita tidak pernah memilih dan memilah siapa orangnya, tetapi di mana ada satu orang manusia dengan agama dan etnis apapun yang menjadi korban TPPO, maka harus dibela karena mereka mempunyai hak dan martabat yang sama seperti kita di Indonesia ini,” kata Mgr Antonius.

Pihaknya,  yakin BIN, POLRI, TNI dan pejabat pemerintah berkomitmen dalam melaksanakan misi negara yaitu kemanusiaan, keadilan dan kesejahteraan.

Sementara itu, Uskup Pangkalpinang Mgr. Adrianus Sunarko, OFM juga mengharapkan kerjasama dengan Binda Kepri untuk melawan human trafficking dapat terus ditingkatkan.

“Yang paling penting sekarang tumbuh keprihatinan bersama untuk dapat bekerja sama yang lebih baik dalam melawan human trafficking, gereja tidak bisa sendiri dan butuh kerjasama termasuk dengan Binda Kepri,” kata Mgr Adrianus.

Dukungan dalam memberantas TPPO juga terus dibuktikan Binda Kepri dalam upaya menggagalkan pengiriman Calon PMI ke luar negeri, salah satunya dengan mencegah keberangkatan 2 orang Calon PMI asal Kota Tanjungpinang ke Kamboja, pada Senin (15/5/2023) di Pelabuhan Domestik Sri Bintan Pura Kota Tanjungpinang.

Kedua Calon PMI asal Kota Tanjungpinang diketahui akan berangkat menuju Batam untuk selanjutnya melalui Bandara Hang Nadim Batam akan berangkat ke negara tujuan dengan rute Jakarta, Malaysia, dan Kamboja. 

Pengungkapan kasus TPPO juga terus dilakukan Polda Kepri beserta jajaran. 

Total ada 6 kasus TPPO melalui Pelabuhan Ferry Internasional dan pelabuhan tikus di Kota Batam berhasil diungkap dan dirilis Polresta Barelang, Selasa (23/5/2023). 

Terdapat sebanyak 11 orang tersangka, termasuk diantaranya 2 orang WNA asal Malaysia yang ditangkap karena terlibat jaringan TPPO dan 13 orang korban TPPO berhasil diselamatkan, yang berasal dari NTT, Jawa dan Sumatera. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

 

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved