ANAMBAS TERKINI
BBM Pertalite Langka di Anambas, Balada Usang Daerah Dikenal Penghasil Migas
Potret miris Anambas yang terkenal sebagai daerah penghasil migas masih berulang. Warga bersusah payah hanya untuk mendapat BBM Pertalite.
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Keberadaan Bahan Bakar Minyak alias BBM Pertalite di Anambas langka.
Kondisi BBM Pertalite di Anambas yang langka terjadi bahkan hingga pekan terakhir Mei 2023.
Peredaran bahan bakar utama kendaraan bermotor di sejumlah pengecer khususnya Pulau Siantan ini terasa terbatas alias antara ada dan tiada.
Fenomena BBM Pertalite di Anambas yang langka ini, telah dialami masyarakat daerah terdepan Indonesia itu, sejak pekan pertama hingga penghujung bulan Mei.
Kelangkaan BBM di Anambas ini, akhirnya memicu dugaan-dugaan liar di masyarakat bahwa ada yang sedang "main-main".
Sebab, dalam sebulan ini sudah dua kali kapal pengangkut BBM PT Air Sena menjemput dan mendistribusikan pertalite di Pulau Siantan, pada tanggal 12 dan 23 Mei 2023.
Baca juga: Pengguna BBM Gasoline di Kepri Selama Ramadan dan Idul Fitri Meningkat
Namun, keberadaannya tak lagi normal dijajakan oleh sejumlah pengecer bak hilang ditelan bumi.
Kelangkaan bensin pertalite di wilayah dengan motto 'Kayuh Serentak Langkah Sepijak ini pun, akhirnya berdampak pada aksi panic buying masyarakat setempat.
Pantauan TribunBatam.id, puluhan warga tampak menyerbu salah satu pengecer di Tarempa, Pulau Siantan.
Di tengah teriknya panas matahari tak menyurutkan tekad mereka untuk mendapatkan bensin dengan jumlah yang tak terbatas.
Penuh keriuhan untuk berebut bensin, masing-masing warga terlihat membeli dua hingga lima botol ukuran 1,5 liter dari pengecer.
Yah, meski kadung dikenal sebagai daerah penghasil migas, urusan pengisian BBM Pertalite untuk kendaraan bermotor di Anambas masih menggunakan cara 'usang' seperti ini.
Harganya pun bisa melambung di atas harga eceran tertinggi alias HET jika kondisinya sedang langka seperti sekarang ini.
"Ini buat jaga-jaga di rumah bang, infonya minyak nak putus lagi," ucap salah seorang pembeli.
Baca juga: Disperindag Angkat Bicara Soal Kelangkaan BBM di Anambas, Kapal Diprediksi Tiba Besok
Disinggung asal kabar putusnya bensin pertalite itu, pria berbadan tambun berkostum batik tersebut, mengaku tak tahu persis, sebab hanya mendengar selentingan obrolan warga.
"Infonya gak tahu persis bang, hanya dari omongan warga-warga saja tadi," jelasnya.
Di tempat terpisah, warga lainnya Rohadi, mengaku terkejut mengetahui harga jual bensin pertalie yang dibelinya melonjak naik.
"Tadi saya ada lihat jual bensin di Kampung Melayu terus saya lansung beli dan sekali tahu harganya Rp 20 ribu per botol 1,5 liter," ungkapnya.
Ia menilai, dengan situasi langkanya bensin pertalite saat ini memicu dugaan 'permainan' dari oknum-oknum tak bertanggungjawab.
"Masyarakat dibuat panik. Ada isu-isu yang beredar kalau minyak nak putus, ya jadinya beli bensin pun sampai gak terbatas lagi," katanya.
Ia pun berharap, pemerintah dapat mengatasi persoalan kelangkaan ini dan mengembalikan situasi agar masyarakat tidak panic buying.
"Bila perlu itu diawasi dan diselidiki, kenapa bensin nih bisa langka dan kenapa masyarakat jadi panik, supaya jelas publik tahu persoalannya," ucap Rohadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Anambas, Masykur mengimbau warga untuk tidak panik terhadap ketersediaan pertalite di Pulau Siantan.
Bahkan kata dia, warga diharapkan tidak terpengaruh akan isu kekosongan pertalite yang beredar dari sumber yang tidak jelas dan bertanggungjawab.
"Entah isu dari mana lagi ini, Pertalite kita akan putus, padahal pasokan BBM kita aman-aman saja. Itu di Matak sampai mandi-mandi minyak loh, ini kita di Siantan sampai grasak-grusuk beli minyak sampai distok-stokin di rumah," ucapnya saat dikonfirmasi TribunBatam.id.
Ia menjelasakan, pertalite yang masuk melalui PT Air Sena pada Selasa (23/05) lalu ada sebanyak 140 Ton dan masing-masing pengecer hanya boleh menjual 1 ton dalam satu hari.
"Selanjutnya kami juga sudah bersurat ke PT Dua Bersaudara untuk menjemput minyaknya di bulan ini dan trip keduanya di bulan depan. Kalau kisaran 70 ton di Pulau Siantan itu cukup lah sebenarnya," terang Masykur.
Mencegah adanya dugaan permainan dan kecurangan serta langkanya pertalite, pihaknya juga telah mengeluarkan surat imbauan Nomor : 259/DKUMPP.510/05-2023.
"Imbauan kami sudah berlaku sejak kemarin sore dan bagi yang tidak menaati imbauan itu akan kita proses sesuai peraturan per Undang-Undangan," tegasnya. (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)
Jadwal Penerbangan Wings Air Rute Anambas-Batam Diwacanakan Pangkas Bulan Depan |
![]() |
---|
Warga Anambas Lega, Damkar Berhasil Buka Pintu Kamarnya yang Terkunci |
![]() |
---|
Mesjid Besar Baiturrahim Tarempa, Wisata Religi Ratusan Tahun yang Pernah Dikunjungi Mohammad Hatta |
![]() |
---|
Turnamen Olahraga Pelajar SMP se Anambas Akan Digelar, Wabup Raja Bayu Harap Lahir Bibit Atlet |
![]() |
---|
Wisata Pantai Tanjung Momong Anambas, Pesona Alam Asri dengan Lautan Bening yang Jarang Tersentuh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.