Jumat, 8 Mei 2026

BERITA KRIMINAL

Duel Berujung Maut, Pria di Malang Tewas Ditikam Mantan Tunangan Calon Istrinya

Seorang pria di Malang gagal melamar kekasihnya, dan menikah dalam waktu dekat lantaran tewas ditikam mantan tunangan calon istrinya

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
Tribun Timur
Ilustrasi Penikaman. Seorang pria di Malang, Jawa Timur, bernama Aji Wahyu Nurcahyono (24) tewas ditikam mantan tunangan calon istrinya 

MALANG, TRIBUNBATAM.id - Nasib tragis dialami seorang pria di Malang, Jawa Timur, bernama Aji Wahyu Nurcahyono (24).

Rencananya melamar sang kekasih Juni 2023 ini dan menikah dalam waktu dekat sirna.

Pasalnya, korban dan mantan tunangan calon istrinya, RK terlibat duel berujung maut.

Dalam duel itu, korban ditikam pisau oleh pelaku hingga akhirnya tewas.

Diketahui, Aji Wahyu Nurcahyono merupakan pemuda asli Pasuruan yang tinggal di Jalan L.A Sucipto Gang 22 A RT 3 RW 10 Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing.

Peristiwa berdarah yang menimpa Aji ini terjadi di Jembatan Perumahan Araya, Kota Malang, Jawa Timur pada Kamis (1/6/2023) malam.

Motif asmara diduga kuat menjadi latar belakang tindakan keji pelaku karena cemburu buta.

Diketahui, korban hendak menikah dengan calon istrinya dalam waktu dekat.

Baca juga: Cekcok di Jalanan, Seorang Supir Travel Nekat Tikam Pemuda Hingga Tewas

Paman korban, Saiful Bahri mengatakan, korban bertemu dengan pelaku sekitar pukul 23.00 WIB di Jembatan Perumahan Araya.

Saat itu korban bersama temannya.

Dia tidak mengetahui jelas, apa tujuan dari pertemuan keduanya.

Namun dikatakannya, pelaku sempat mengintimidasi korban dan istrinya melalui media sosial dengan menjelek-jelekkan.

Diduga peristiwa itu menjadi latarbelakang bertemunya pelaku dan korban.

Lebih lanjut, sesampainya di lokasi, korban dan pelaku terjadi cekcok dan baku hantam.

Saat itu, pelaku juga bersama teman-temannya.

"Jadi kata temannya itu, habis itu pelaku langsung pakai pisau, ke bagian dada. Pelaku sama teman-temannya kabur," kata Saiful pada Jumat (2/6/2023).

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 24.00 WIB.

Jenazah dibawa ke rumah duka pada Jumat (2/6/2023) siang dan dimakamkan di TPU Pandanwangi, Kota Malang.

Pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

Saiful menduga bahwa kejadian itu dilatarbelakangi karena pelaku cemburu dengan mantannya dan korban yang akan segera menikah.

Minta Pelaku segera Ditangkap

Saiful dan pihak keluarga berharap, polisi dapat segera menangkap pelaku.

"Karena foto dan identitas dari pelaku sudah jelas," katanya.

Kapolsek Blimbing, Kompol Danang Yudanto membenarkan adanya kejadian tersebut.

Pihaknya bersama dengan Satreskrim Polresta Malang Kota tengah mengejar pelaku.

"Iya benar. Saat ini pelaku dalam pengejaran. Semoga pelaku segera tertangkap," kata Danang.

Keluarga Masih Syok

Sementara itu keluarga korban hingga kini masih merasa begitu syok dengan apa yang terjadi.

Terutama fakta bahwa ternyata anak yang akan segera menikah itu justru mengalami akhir dalam hidupnya.

Pihak keluarga merasa syok atas kematian Aji Wahyu Nurcahyono (24), pemuda asli Pasuruan yang tinggal di Jalan L.A Sucipto Gang 22 A RT 3 RW 10 Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing.

Baca juga: Motif Pembunuhan di Natuna, Nelayan Tikam Rekannya saat Tidur

Pihak keluarga mengungkapkan, bahwa korban perkelahian berujung penusukan di Jembatan Araya tersebut dikenal baik dan pendiam.

"Saya mengenal keponakan saya itu sebagai sosok yang pendiam dan sabar. Apapun yang saya katakan, dia selalu menuruti," ungkap paman korban, Saiful Bahri (34) saat ditemui TribunJatim.com di rumah duka, Jumat (2/6/2023).

Dirinya juga menerangkan, kebaikan korban tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga ke teman-teman kerjanya.

"Saat sepeda motor teman kerjanya mogok, keponakan saya itu tidak segan langsung meminjamkan motor miliknya. Padahal, motornya tersebut masih baru dibeli. Dan teman-teman kerjanya, juga kaget mendengar adanya peristiwa ini dan mereka sudah datang kesini untuk melayat," ungkapnya.

Sebagai informasi, korban telah bekerja di sebuah pabrik alat kesehatan di Pasuruan.

Saiful Bahri juga mengaku, tidak memiliki firasat apapun atas kematian korban.

"Kalu untuk firasat, tidak ada sama sekali. Namun saat malam itu, saya merasa ada sesuatu yang mengganjal. Ternyata benar, perasaan yang mengganjal itu karena adanya kejadian ini," pungkasnya.

Kronologi

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi perkelahian berujung hilangnya nyawa terjadi di Kota Malang.

Dari informasi yang didapat TribunJatim.com, peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/6/2023) malam.

Diketahui, korban bernama Aji Wahyu Nurcahyono (24), pemuda asli Pasuruan yang tinggal di Jalan L.A Sucipto Gang 22 A RT 3 RW 10 Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing.

Ketika itu, korban dan pelaku janjian bertemu di Jembatan Araya (Jembatan Perumahan Araya Blimbing) sekitar pukul 23.00 WIB. Kemudian, korban ini mengajak dua temannya berangkat berboncengan naik sepeda motor menuju ke lokasi.

Sesampainya di Jembatan Araya, ternyata pelaku yang diketahui berinisial RK sudah menunggu bersama 10 temannya. Setelah itu, korban diajak berduel dengan pelaku.

Sempat adu pukulan, dan pada saat itulah pelaku mengeluarkan pisau.

Melihat hal tersebut, korban pun mundur dan ketika mundur, korban terjatuh.

Saat akan bangun, pelaku menikamkan pisaunya ke arah dada korban.

Sempat dilarikan ke RS Persada Hospital, namun nyawa korban sudah tidak tertolong.

Baca juga: Ayah Tikam Anaknya yang Masih SD Hingga Tewas Karena Ingin Korban Masuk Surga

Diduga, perkelahian antara korban dan pelaku ini dilatarbelakangi motif asmara. Pasalnya, pelaku merupakan mantan dari calon istri korban

Karena korban dan calon istrinya akan segera menikah, pelaku diduga cemburu.

Dan sebelum kejadian ini terjadi, beberapa kali pelaku melakukan intimidasi di media sosial korban. Karena intimidasi dengan kata kasar serta mengatai calon istri korban. (TribunJatim.com)

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Pengantin Pria di Malang Tewas Ditusuk Mantan Tunangan Calon Istri, Nikah Gagal Terwujud Selamanya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved