Senin, 4 Mei 2026

BATAM TERKINI

Bisnis Home Decor Kian Diminati, Makin Kreatif Makin Panen Cuan

Pemilik bisnis Zhie Home Dekor ini merintis usahanya dari hobi mendekorasi rumah sendiri. Melihat minat yang sangat besar terhadap home decor di sekit

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Youtube Tribunbatam.id
Pemilik bisnis Zhie Home Dekor ini merintis usahanya dari hobi mendekorasi rumah sendiri. Melihat minat yang sangat besar terhadap home decor di sekitarnya, Fauziah pun memiliki ide membangun bisnis home decor-nya sendiri. 

TRIBUNBATAM.id, Batam - Mendekorasi rumah kini bukan hanya sebagai hobi, melainkan dapat dijadikan ladang bisnis bagi sebagian orang yang kreatif.

Ada berbagai macam cara meraup cuan melalui hobi home decor, salah satunya adalah dengan menjual barang-barang aksesoris dekorasi rumah yang sedang trendy.

Fauziah contohnya. Pemilik bisnis Zhie Home Dekor ini merintis usahanya dari hobi mendekorasi rumah sendiri. Melihat minat yang sangat besar terhadap home decor di sekitarnya, Fauziah pun memiliki ide membangun bisnis home decor-nya sendiri.

Penasaran bagaimana membangun bisnis home decor? Apa saja kira-kira yang dibutuhkan untuk memulainya? Simak wawancara eksklusif Tribun Batam bersama Fauziah, dalam Tribun Podcast edisi Selasa (11/7/2023) ini!

Tribun Batam (TB): Bisa diceritakan bagaimana awalnya anda menggeluti bisnis home decor ini?
Fauziah (F): Awalnya saya ibu rumah tangga biasa, tetapi saya hobi mendekorasi rumah. Kemudian banyak kawan yang datang ke rumah dan tertarik dengan hasil dekorasi saya. Mereka tanya-tanya barangnya beli di mana, harganya berapa, dan lain-lain. Makanya di sekitar tahun 2016/2017, saya coba-coba menjual barang-barang yang digunakan untuk mendekorasi rumah itu secara online. Ternyata banyak peminatnya. Semakin lama pembeli semakin bertambah, makanya saya pun sewa kios dengan modal seadanya. Sampai saat ini kami masih menjual aksesoris home decor, ditambah sekarang ada furnitur, dan produksi sofa sendiri.

TB: Seramai apa bisnis home decor di Batam?
F: Sekarang bisnis ini sudah menjamur sekali, kalau dulu kan belum booming. Sekarang kayaknya di semua wilayah Batam ada yang jualan barang-barang home decor. Ibu-ibu rumah tangga juga pada banyak yang jadi reseller.

TB: Apa trend yang paling diminati dalam home decor akhir-akhir ini?
F: Saya lihat yang lagi banyak peminatnya itu trend ala aesthetic yang kental dengan nuansa alami dan trend gaya sultan yang bernuansa gold dan cenderung mewah. Trend itu sebenarnya ada banyak sekali, berganti-ganti, ketika awal saya buka usaha ini, trend-nya masih 'shabby chic' yang bernuansa pastel, dengan banyak motif bunga-bunga. Kalau sekarang tuh lebih main ke warna cokelat dan natural.

TB: Bagaimana tanggapan anda terhadap perubahan trend yang begitu cepat?
F: Menurut saya, kita memang harus mengikuti perkembangan zaman. Kalau kita tetap bertahan pada trend yang lama, bisnis nggak akan jalan. Kita juga harus sering misalnya nongkrong di kafe, dan mencari tahu apa ciri khas dekorasi kafe yang lagi booming.

TB: Apakah ada perbedaan selera antargenerasi dalam home decor?
F: Ada, kalau anak muda biasanya lebih suka yang bernuansa alam. Sedangkan ibu-ibu lebih suka gaya sultan yang bernuansa gold.

TB: Jika ada perubahan trend tertentu, apakah dekorasi dengan tema tertentu bisa tidak laku?
F: Iya bisa jadi, karena berpengaruh sekali. Sesuai pengalaman saya di toko, stok-stok dekorasi shabby chic makin kurang diminati, karena memang zamannya telah berubah.

TB: Apakah media sosial turut memengaruhi trend home decor yang ada?
F: Iya, media sosial berpengaruh sekali. Apa yang lagi viral, itu yang biasanya jadi trend, karena kebanyakan orang suka mengikuti yang viral-viral. Selain itu media sosial juga digunakan oleh semua kalangan dan semua umur, dari anak-anak sampai orang tua. Kalau dulu yang suka mendekor kaum ibu-ibu saja, tapi sekarang anak-anaknya juga sudah punya selera sendiri dalam mendekor ruangan.

TB: Dari mana anda belajar mendekor rumah?
F: Otodidak sebenarnya. Mungkin karena awalnya memang hobi mendekor rumah, jadi sudah tahu apa yang cocok, apa yang nggak. Biasanya saya juga melihat-lihat inspirasi dari Pinterest dan Instagram. Kalau ada inspirasi baru biasanya saya praktikkan di rumah sendiri dulu, lalu saya videokan dan cek seberapa banyak peminatnya.

TB: Seberapa banyak dana yang dibutuhkan untuk mendekor rumah?
F: Sebenarnya tergantung temanya apa. Kalau tema dekorasinya ala aesthetic dengan earthy tone begitu, saya rasa nggak mahal deh. Apalagi kalau orangnya kreatif, bisa bikin sendiri beberapa barang-barang yang dibutuhkan seperti meja, kursi dan pajangan, jadi nggak semuanya harus beli. Kalau tidak mau ribet, bisa juga beli aksesoris di toko, harganya masih terjangkau. Kami juga menyediakan pilihan custom untuk beberapa aksesoris home decor.

TB: Apakah ada skill khusus untuk bisa menata rumah dengan baik?
F: Skill khusus sebenarnya nggak ada ya. Asal ada kemauan saja, tinggal browsing di internet, cari inspirasi, kemudian dipraktekkan pelan-pelan.

TB: Apa tantangan terbesar menjalankan bisnis home decor ini?
F: Sekarang sih, karena semakin banyak bermunculan toko lain yang menjual aksesoris home decor, maka tantangannya ada di harga. Bagaimana kita menetapkan harga yang kompetitif. Selain itu, kalau pengalaman saya, mencari tenaga ahli yang sesuai juga jadi tantangan tersendiri. Soalnya saya juga produksi furnitur sendiri, dan tenaga ahlinya didatangkan dari Jawa. Tantangan lainnya, waktu. Karena saya produksi sendiri, jadi nggak bisa secepat mesin. Minimal tiga minggu pengerjaan untuk menjaga kualitas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved