Minggu, 3 Mei 2026

Wakil Kepala BP Batam Tegur Pengambil Pasir di Drainase, Li Claudia Chandra: Tak Ada Maksud Buruk

Li Claudia Chandra, angkat bicara, atas video teguran terhadap warga yang mengambil pasir di saluran drainase di kawasan pinggir jalan menuju Ban

Tayang:
TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
LI CLAUDIA CHANDRA - Wakil Wali kota Batam sekaligus Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Cladia Chandra. Ia merespons soal sikapnya yang sempat ramai setelah menegur pengambil pasir di drainase arah Bundaran Simpang Bandara baru-baru ini. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra angkat bicara atas video teguran terhadap warga yang mengambil pasir di saluran drainase di kawasan pinggir jalan menuju Bandara Hang Nadim.

Ia menegaskan tindakannya bukan bermaksud memarahi atau menyudutkan warga. 

Wakil Walikota Batam itu menyebut, teguran tersebut murni bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kondisi lingkungan sekitar.

“Sudah kami sampaikan sebelumnya, kalau digali seperti itu berbahaya. Bisa terjadi pergeseran tanah, jalan retak, dan akhirnya merugikan kita semua,” ucap politisi Partai Gerindra itu.

Li Claudia Chandra mengungkap saat ditemukan warga juga sedang mengambil pasir dipinggir jakan yang meruka pohon dan bungan yang baru ditanam.

“Di sana ada emak-emak punya pohon dan bunga Bougenville," sebutnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan keamanan di Kota Batam.

“Mari kita jaga lingkungan dan keamanan kota Batam yang kita cintai,”  sebutnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut merespons dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. 

Ia mengingatkan agar masyarakat dan media tidak membangun narasi yang kontra produktif.

Menurut Amsakar, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah saat ini bertujuan untuk penataan administrasi serta pengendalian pertumbuhan penduduk di Batam.

“Jangan selalu membangun narasi yang kontra produktif,” ujarnya.

Amsakar juga menjelaskan, Batam saat ini menjadi salah satu daerah dengan tingkat migrasi yang cukup tinggi. 

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), jumlah pendatang ke Batam mencapai sekitar 17 ribu jiwa.

Tingginya arus masuk penduduk tersebut, lanjutnya, membawa berbagai konsekuensi, mulai dari tekanan terhadap infrastruktur, pelayanan publik, hingga persoalan lingkungan seperti pengelolaan sampah.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved