KEBAKARAN DI PULAU BULUH
PULAU Buluh tak Punya Pompa Air, Jadi Kendala saat Atasi Kebakaran
Warga Pulau Buluh Batam berharap bantuan pompa air untuk mengantisipasi jika terjadi kebakaran di kawasan padat penduduk tersebut.
Penulis: Beres Lumbantobing |
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tidak adanya fasilitas pompa air di Pulau Buluh Batam menjadi kendala warga setempat saat terjadi kebakaran sejak 2022 lalu.
Ketua RT 5, Tuti menjelaskan, kebakaran di Pulau Buluh bukan merupakan kali pertama.
Kejadian serupa sempat terjadi pada 2022 lalu.
"Pada 2022 bulan satu, Ada 19 rumah. 20 lebih KK. Kendala dari dulu pompa air susah," tuturnya.
Ia menjelaskan, pada kejadian 2022 lalu tidak ada korban jiwa. Namun, pada tahun ini terdapat satu korban jiwa.
Menurutnya, para warga telah mengajukan pengadaan pompa air sejak 2013 lalu, tetapi, sampai saat ini belum juga terwujud.
Padahal, Pulau Buluh termasuk pulau padat penduduk saat ini sehingga sangat membutuhkan sarana antisipasi kebakaran.
Baca juga: TAK Ada Akses Nyebrang ke Pulau Buluh, Dua Unit Damkar Standby di Pelabuhan Sagulung
"Dari 2013. Cuma sampai sekarang belum ada. Waktu musrembang sudah diajukan juga. Karena di sini padat. Ini bangunan lama dan kebanyakan dari kayu," ucapnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh ketua RT 9, Juliana.
Ia menilai, jika Pulau Buluh memiliki pompa air tersendiri maka penanganan kebakaran akan lebih cepat.
"Setiap musrembang selalu kita usulkan. Kemarin katanya mau dikasih juga satu dulu," tuturnya.
Ia berharap, Pemko Batam dapat segera menyediakan pompa air untuk warga Pulau Buluh.
Dengan demikian, keadaan darurat seperti kebakaran dapat segera ditindaklanjuti. (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/19072023rumah-warga-pulau-buluh-terbakar.jpg)