Jumat, 8 Mei 2026

Penggerebekan WNA di Apartemen Batam

Kapolda Kepri Soal Dugaan Walpri Gubernur Terlibat Kasus Judi Online di Batam: Dari Mana Itu?

Dengan nada serius, ia mempertanyakan sumber informasi yang menyebut adanya keterlibatan anggota kepolisian.

Tayang:
TribunBatam.id/Bereslumbantobing
KAPOLDA KEPRI - Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H usai mengikuti konferensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Jumat (8/5/2026). Ia membantah keterlibatan anggotanya yang kini sebagai walpri Gubernur Kepri terlibat dalam kasus judi online di Batam. 

Ringkasan Berita:
  • Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H merespons dugaan keterlibatan anggotanya yang berstatus walpri Gubernur Kepri dalam kasus judi online di Batam.
  • Tim gabungan sebelumnya menggerebek salahsatu apartemen di Baloi View, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam pada Rabu (6/5/2026) pagi.
  • Bidpropam Polda Kepri masih menelusuri informasi itu.

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H buka suara terkait dugaan keterlibatan oknum polisi dalam ungkap kasus penggerebekan markas judi online, love scamming, dan phishing e-commerce yang melibatkan ratusan WNA di Apartemen Baloi Batam.

Jenderal Polisi Bintang Dua itu bereaksi tegas ketika sejumlah awak media mencecarnya terkait beredarnya nama seorang anggota polisi yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Dengan nada serius, ia mempertanyakan sumber informasi yang menyebut adanya keterlibatan anggota kepolisian.

“Justru saya tanya, dari mana itu? Karena dari tim imigrasi yang langsung melakukan investigasi bersama tim kami, tidak ada nama itu. Jadi saya tanya kembali, dari mana nama itu?” ujar Kapolda Kepri usai menghadiri konferensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Jumat (8/5/2026) siang.

Sebelumnya, nama seorang anggota polisi berpangkat Brigadir berinisial BA sempat mencuat setelah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menggerebek salahsatu kamar di Apartemen kawasan Baloi View, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Rabu (6/5/2026) pagi.

Oknum polisi itu berstatus pengawal pribadi (walpri) Gubernur Kepri.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kepri, Hendri, membenarkan Brigadir BA memang bertugas sebagai personel pengawalan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

Namun, ia menegaskan status Brigadir BA bukan ajudan pribadi gubernur.

“Berdasarkan surat keputusan, yang bersangkutan bertugas sebagai pengawalan tertutup untuk BKO di Batam. Jadi pengawalan dilakukan ketika Pak Gubernur berada di Batam,” ujar Hendri saat dihubungi.

Ia juga menepis anggapan Brigadir BA memiliki peran sebagai ajudan yang mendampingi aktivitas pribadi gubernur.

“Dia bukan ADC yang membawa dompet atau pidato gubernur. Perannya hanya pengawalan tertutup atau walpri Pak Gubernur,” tuturnya.

Terkait informasi yang viral di media sosial, Hendri menegaskan persoalan tersebut tidak berkaitan dengan tugas pengawalan gubernur.

“Informasi yang beredar itu tidak ada hubungannya dengan Pak Gubernur maupun tugas pengawalan. Itu merupakan urusan pribadi yang bersangkutan di luar tugas kedinasan,” katanya.

Dalam operasi gabungan tersebut, petugas mengamankan sebanyak 210 WNA yang berasal dari Vietnam, Myanmar, dan Tiongkok.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved