KEBAKARAN DI PULAU BULUH
Ketua DPRD Batam Jawab Warga Pulau Buluh Minta Pompa Air, Nyawa Lebih Penting
Ketua DPRD meminta Pemko Batam merencanakan usulan warga Pulau Buluh korban kebakaran terkait pompa air untuk atasi kebakaran.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua DPRD Batam Nuryanto mengomentari permintaan warga Pulau Buluh korban kebakaran terkait pompa air asin.
Menurut warga Pulau Buluh, hadirnya pompa air asin vital dalam mengatasi kebakaran di permukiman mereka.
Apalagi kebakaran di Pulau Buluh Batam setidaknya sudah dua kali terjadi.
Sebelum Rabu (19/7/2023), kebakaran di Pulau Buluh Batam juga terjadi pada pekan ketiga Januari 2022.
Menurut politisi PDIP yang akrab disapa Cak Nur ini, keberadaan sarana dan prasana seperti pompa air sangat diperlukan.
Apalagi pada sejumlah pulau di Batam yang jangkauannya jauh serta memiliki akses yang sulit.
Baca juga: PULAU Buluh tak Punya Pompa Air, Jadi Kendala saat Atasi Kebakaran
"Kalau memang itu dibutuhkan masyarakat, ya disiapkan ya direncanakan. Ajukan ke DPRD," ucap Cak Nur, Kamis (20/7/2023).
Ia mengatakan untuk meminimalisir kejadian ini terulang kembali, pemerintah harusnya sudah mengambil kebijakan terkait pengadaan sarana dan prasarana.
"Tidak hanya di Pulau Buluh. Harusnya Pemerintah mempersiapkan Sarana dan Prasarana disetiap pemukiman, walaupun tidak terjadi kebakaran,"ujar Cak Nur (20/7/2023).
Dalam hal ini Cak Nur juga mengungkap bahwa keselamatan masyarakat jauh lebih penting daripada dana yang digelontorkan.
"Kalau terkait anggaran, bisa kita diskusikan. Itu kan menyangkut kebutuhan dan keselamatan jiwa masyarakat Kota Batam, tak ada yang mahal," sebutnya.
Selanjutnya, ia juga menyayangkan tidak adanya evaluasi dari kejadian di tahun sebelumnya.
Sehingga kejadian ini terulang bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.
Baca juga: REAKSI Walikota Batam Warga Pulau Buluh Minta Pompa Air Asin Atasi Kebakaran
"Pernah terjadi di tahun 2022, dan 2023 terulang lagi. Itu namanya tidak belajar," ucapnya lagi.
Cak Nur juga menyampaikan belasungkawa terkait insiden kebakaran yang terjadi di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan rumah warga RT 06/ RW 02 yang terdampak.
Satu warga meninggal dunia, 33 warga dari 13 Keluarga korban kebakaran memilih mengungsi ke rumah saudara terdekat.
KATA Walikota Batam
Walikota Batam Muhammad Rudi sebelumnya menjawab permintaan warga Pulau Buluh soal pompa air asin.
Permintaan warga ini bukan tanpa alasan. Sebab setidaknya sudah dua kali kebakaran di Pulau Buluh Batam terjadi di permukiman mereka.
Selain kebakaran di Pulau Buluh Batam pada Rabu (19/7/2023), kebakaran serupa pernah terjadi pada Jumat (21/2/2023).
Musibah kebakaran di pulau ini sebelumnya menimpa warga RT 04 dan RT 05 RW 02 Kelurahan Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam, pada Jumat (21/1/2022).
Total ada 19 rumah masyarakat yang terbakar pada peristiwa nahas tersebut.
Baca juga: Kata Polisi Soal Kebakaran di Pulau Buluh Batam
Belasan unit rumah tersebut dihuni 22 kepala keluarga dengan total 75 orang warga yang terdampak langsung.
Sedangkan pada kebakaran di Pulau Buluh Batam kemarin, ketiadaan pompa air menjadi kendala dalam proses pemadaman api.
Terdapat satu korban jiwa pula dalam kebakaran di Pulau Buluh Batam itu.
"Mahal, mereka (Warga Korban Kebakaran Pulau Buluh) minta pompa air asin. Alat itu perawatannya mahal. Kalau tidak di pakai dia bisa berkarat. Tentu kita mendoakan biar tidak ada kebakaran lagi," ujar Rudi, Kamis (20/7/2023).
Menurut Muhammad Rudi, Pemko Batam sukar merealisasikan permintaan warga Pulau Buluh itu.
Pengadaan pompa air asin untuk penanganan kebakaran di wilayah pesisir cukup mahal.
Baik pembelian alatnya maupun perawatannya.
Sementara, apabila pompa air asin tersebut tidak dipakai mudah berkarat.
Ia melanjutkan Pemko Batam hanya bisa memberikan pengetahuan ataupun edukasi terkait pencegahan kebakaran di wilayah pesisir. Edukasi ini nantinya akan melalui Camat dan Lurah.
"Nanti dari Damkar diberikan pengetahuan Preventif jadi masyarakat tahu," katanya.
Ia juga meminta, kepada kepala Damkar lebih aktif memberikan pelatihan mitigasi kebakaran kepada masyarakat di daerah pesisir. Begitu juga pengadaan pompa air tanpa melalui dana APBD.
"Kadis Damkar (Azman) harus lebih aktif lah jangan pasif untuk cari CSR. Cari perusahaannya, nanti kita arahkan CSRnya ke Dinas Damkar," kata dia.
Seperti diketahui Pemko Batam saat ini sudah memberi berupa bantuan logistik ke Pulau Buluh, Batam.
Sebelumnya, sembilan rumah di Pulau Buluh mengalami kebakaran hebat pada Rabu (19/7/2023) pagi.
Dari kejadian tersebut 13 keluarga menjadi korban dan seorang lansia bernama Su Eng meninggal dunia.
Pada peristiwa itu, warga mengeluhkan tidak adanya pompa air yang tersedia dari Pemkot Batam di pulau tersebut.
Padahal telah berulang kali diminta setiap tahunnya.
USULAN Sejak 2013
Tidak adanya fasilitas pompa air di Pulau Buluh Batam menjadi kendala warga setempat saat terjadi kebakaran sejak 2022 lalu.
Ketua RT 5, Tuti menjelaskan, kebakaran di Pulau Buluh bukan merupakan kali pertama.
Kejadian serupa sempat terjadi pada 2022 lalu.
"Pada 2022 bulan satu, Ada 19 rumah. 20 lebih KK. Kendala dari dulu pompa air susah," tuturnya.
Ia menjelaskan, pada kejadian 2022 lalu tidak ada korban jiwa. Namun, pada tahun ini terdapat satu korban jiwa.
Menurutnya, para warga telah mengajukan pengadaan pompa air sejak 2013 lalu, tetapi, sampai saat ini belum juga terwujud.
Padahal, Pulau Buluh termasuk pulau padat penduduk saat ini sehingga sangat membutuhkan sarana antisipasi kebakaran.
"Dari 2013. Cuma sampai sekarang belum ada. Waktu musrembang sudah diajukan juga. Karena di sini padat. Ini bangunan lama dan kebanyakan dari kayu," ucapnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh ketua RT 9, Juliana.
Ia menilai, jika Pulau Buluh memiliki pompa air tersendiri maka penanganan kebakaran akan lebih cepat.
"Setiap musrenbang selalu kami usulkan. Kemarin katanya mau dikasih juga satu dulu," tuturnya.
Ia berharap, Pemko Batam dapat segera menyediakan pompa air untuk warga Pulau Buluh.
Dengan demikian, keadaan darurat seperti kebakaran dapat segera ditindaklanjuti. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah/Roma Uly Sianturi/Bereslumbantobing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Batam-Nuryanto-soal-kebakaran-di-Pulau-Buluh.jpg)