BATAM TERKINI
Makna Gunungan dalam Tradisi Sedekah Bumi di Batam
Berbagai sayuran dan buah-buahan tersusun rapi seperti piramida. Warga Tembesi Sidomulyo, Kecamatan Sagulung menyebutnya sebagai Gunungan di acara Sed
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, Batam - Batam, bukan daerah penghasil pangan bumi yang signifikan. Tapi, gelaran sedekah bumi diadakan di kota madani ini.
Berbagai sayuran dan buah-buahan tersusun rapi seperti piramida. Warga Tembesi Sidomulyo, Kecamatan Sagulung menyebutnya sebagai Gunungan di acara Sedekah Bumi.
Sedekah bumi atau orang Jawa sering mengatakan grebeg suro. Menjadi satu dari upacara tradisional yang ada di Indonesia dan banyak dilakukan khususnya di Pulau Jawa.
Tradisi perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H ini sangat kental dilakukan masyarakat Jawa. Namun, siapa mengira sedekah bumi dilakukan ditengah gempuran generasi yang semakin kesini semakin modern.
Tentu hal ini menjadi nilai positif bahwa kebudayaan tidak akan hilang dimakan zaman.
"Harapan kami semoga kedepannya, tradisi ini terus dilakukan karena menjadi kegiatan yang nilainya positif," ungkap Panji S. Lingga selaku Ketua LPM Kelurahan Tembesi.
Siang itu, arak-arakan gunungan berjumlah 16 gunung mulai ditandu untuk memasuki lapangan acara.
Meski terik menyengat kulit, antusias warga tetap tinggi untuk mengikuti acara sedekah bumi. Tampak, orangtua hingga anak-anak berbondong-bondong membawa kantong plastik dan mengerubungi gunungan dan bersiap untuk serbuan.
Membawa serta merta anak bertujuan untuk mengenalkan kepada generasi penerus sebuah adat tradisional. Agar kearifan budaya lokal tetap terjaga, dan tak punah.
Tari persembahan Melayu dan tarian Kuda Kepang dari kelompok tari Sekar Pancur Tirta Kencana ikut memeriahkan acara tersebut.
Merdu suara sinden dipadukan dengan gamelan, mengajak masyarakat untuk larut kedalam nuansa budaya Jawa. Bagi masyarakat perantau di Batam, tentu hal ini membuat sebagian masyarakat menjadi nostalgia dengan suasana kampung halaman.
*Makna gunungan dalam sedekah bumi*
Melihat dari bentuknya yang melebar ke bawah dan mengerucut keatas, tentu menggambarkan sebuah gunung atau piramida.
Bonaim (57), seorang dalang yang berasal dari Kabupaten Pacitan menjelaskan secara ringkas pemaknaan dari acara sedekah bumi di Kecamatan Sidomulyo.
Gambaran gunung merupakan tempat yang sakral. Menurut kepercayaan orang terdahulu di pulau jawa, Sang Maha Kuasa menciptakan gunung sebagai tempat yang suci.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sedekah-bumi-di-batam.jpg)