Plus Minus Media Sosial untuk Anak yang Perlu Diketahui Orangtua
Perlu disadari penggunaan media sosial oleh anak-anak, sekalipun sudah berusia di atas 13 tahun, tetap membutuhkan bimbingan orangtua
TRIBUNBATAM.id - Tingginya penggunaan media sosial di kalangan anak-anak, membuat orangtua perlu sadar berbagai dampak dari situs jejaring sosial tertentu.
Orangtua dapat mempersiapkan dan membimbing anak menjadi pengguna media sosial yang cerdas secara pemikiran dan emosional.
Terlebih penggunaan media sosial sekarang ini semakin umum, bahkan di kalangan anak-anak.
Beberapa anak di bawah umur bahkan kini ramai mengakses situs jejaring sosial dengan memalsukan identitas.
Pada dasarnya media sosial memiliki dua pengaruh untuk tumbuh kembang anak.
Yang perlu diketahui orangtua sebelum mengizinkan anak mengaksesnya adalah mengawasinya.
Baca juga: 4 Manfaat Kacang Hijau untuk Tumbuh Kembang Anak, Menutrisi Otak dan Imun
Baca juga: Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil, Bantu Tumbuh Kembang Janin
Dampak penggunaan media sosial bagi anak yang positif meliputi:
- Membantu anak untuk terhubung dengan keluarga besar dan teman-teman mereka
- Memungkinkan mereka mempelajari hal-hal baru, bertukar pikiran, dan mengasah keterampilan berkomunikasi dan berelasi
- Membantu mereka terhubung dengan pendidikan dan fasilitator dari berbagai belahan dunia
- Memfasilitasi pengembangan keahlian teknis dan pemahaman teknologi pada anak-anak
Dampak penggunaan media sosial bagi anak yang negatif, seperti berikut:
- Media sosial adalah platform yang luas dan seseorang tidak dapat mengontrol jumlah informasi yang tersedia di sini, termasuk yang bermuatan kekerasan, pelecehan, pornografi, dan provokasi.
- Komunikasi di media sosial telah banyak menimbulkan cyberbullying.
- Ada orang yang menggunakan media untuk menyebarkan rasa takut dan malu di antara orang lain dan mungkin memiliki efek yang tidak diinginkan pada anak-anak.
- Membuat anak menjadi kurang produktif karena banyak menghabiskan waktunya tanpa melakukan sesuatu yang penting dan akhirnya menjadi kecanduan media sosial.
- Kecanduan ini memengaruhi kesehatan fisik mereka, seperti kegemukan, jika makan banyak tanpa banyak bergerak.
- Penggunaan media sosial yang berlebihan oleh anak juga dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk mengembangkan hubungan interpersonal.
- Penggunaan media sosial dapat mengganggu jam tidur anak juga.
- Paparan cahaya (terutama cahaya biru) dan konten dari layar gawai dapat menunda atau mengganggu tidur dan berdampak pada sekolahnya. Bahkan, bayi dapat terstimulasi oleh layar gawai.
Baca juga: TRIK Melindungi Akun Media Sosial dari Hacker, Begini Langkah Jitunya
Baca juga: 5 Tips Menemukan Ide Konten Foto dan Video untuk Media Sosial
Psikolog Endang Retno Wardhani, MBA., PhD., CHt, mengatakan bahwa penggunaan media sosial oleh anak-anak, sekalipun sudah berusia di atas 13 tahun, tetap membutuhkan bimbingan orangtua.
Menurutnya, jika mendapatkan pendampingan orangtua, anak-anak akan lebih mudah mendapatkan informasi positif dari penggunaan media sosial.
Dalam pendampingan itu, orangtua juga harus menerapkan jadwal penggunaan gadget dan akses media sosial.
"Buat pembatasan, contohnya pada anak usia dini menggunakan handphone pada waktu kapan. Misalnya, sore hari," kata Endang, seperti yang dikutip dari kompas.com, pada Sabtu (10/6/2023).
Ia menuturkan bahwa anak akan tumbuh sesuai dengan apa yang mereka alami dalam kesehariannya.
Kebiasaan yang sudah dibangun sejak kecil cenderung terus dilakukan hingga mereka dewasa.
Jika sedari kecil anak tidak dibatasi dalam penggunaan media sosial, ereka akan terbiasa dengan pola tidak terbatas tersebut.
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/data-533-juta-pengguna-facebook-bocor.jpg)