LINGGA TERKINI
Saat Anak Lingga Ajari Bule Belanda Bedel Buloh
Sejumlah wisatawan asal Belanda menjajal permainan tradisional di Lingga, bedel buloh atau yang dikenal dengan meriam bambu.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah wisatawan Belanda di Lingga tidak hanya merasakan sendiri sensasi memetik buah salak langsung dari pohonnya.
Saat mengunjungi Desa Resun, Kecamatan Lingga Utara, belasan wisatawan Belanda ini bahkan menjajal permainan bedel buloh atau meriam bambu.
Permainan tradisional ini biasa dimainkan oleh anak-anak di Lingga.
Di sana, anak-anak mengajarkan para bule ini bermain meriam bambu.
Sontak suasana riuh dan ceria di kebun salak, karena permainan tradisional yang satu ini.
Dentuman keras meriam bambu dari dalam kebun, membuat suara yang khas.
Baca juga: Turis Belanda Kunjungi Lingga, Antusias Petik Salak Langsung dari Pohon
Beberapa dari mereka ada yang penasaran, sehingga langsung mencobanya.
Bedil harus ditiup, kemudian disulut api, begitu lah hingga bagian bedil panas sehingga menghasilkan dentuman suara keras.
"Jadi kebetulan anak-anak Resun saat itu main bedel, mereka (wisatawan-red) pun ikut mencoba bermain," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Resun, Rahul Priambudi kepada TribunBatam.id, Kamis (3/8/2023).
Permainan tradisional yang satu ini memang masih dilestarikan di Desa Resun.
Biasanya, permainan meriam bambu sering dimainkan saat bulan Ramadhan, untuk memeriahkan suasana di Kabupaten Lingga.
Bahkan, Desa Resun membuat permainan ini menjadi perlombaan pada Ramadhan yang baru saja lewat.
Untuk di ketahui, permainan meriam buluh, meriam bambu (meriam karbit) merupakan salah satu permainan tradisional di berbagai wilayah nusantara.
Penamaannya pun beragam.
Ada yang menyebut meriam bambu, bedil bambu, meriam karbit, badia batuang, mercon bumbung dan long bumbung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/wisatawan-Belanda-Jajal-Permainan-Bedel-Buloh-di-Lingga.jpg)