Selasa, 14 April 2026

MATA LOKAL CORNER

Kasus Asusila di Batam Meningkat, Bacaleg DPRD Serukan Pembatasan Gadget

Terkait kasus asusila di Batam yang cenderung meningkat membuat bakal caleg DPRD bereaksi. Ia menyerukan perlunya pembatasan gadget.

TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
KASUS ASUSILA DI BATAM - Kanit IDIK VI Satreskrim Polresta Barelang, Iptu Marihot Pakpahan mengaku jumlah asus asusila terhadap anak pada 2023 memang meningkat saat di Mata Local Corner (MLC) Tribun Batam, Kamis (10/8/2023). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus asusila kepada anak-anak di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) semakin meningkat.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2023, sudah 75 kasus. Jika dibandingkan pada 2022 lalu, ada sebanyak 100 kasus asusila kepada anak-anak.

Kanit IDIK VI Satreskrim Polresta Barelang, Iptu Marihot Pakpahan mengaku jumlah asus asusila terhadap anak pada 2023 memang meningkat.

Terjadi peningkatan yang sangat tinggi di tahun 2023 ini, karena baru masuk bulan kedelapan sudah 75 laporan.

"Ada 60an ditingkat Sidik, artinya sudah berproses ditingkat pemberkasan semuanya," kata Iptu Marihot di Mata Local Corner (MLC) Tribun Batam, Kamis (10/8/2023).

Ironisnya lagi, dari beberapa kasus yang diterima, pelakunya kebanyakan dari orang-orang yang terdekat.

Jadi bukan lagi penanggungjawabnya dari pihak kepolisan atau di sekolah.

Tapi di keluarga harus benar-benar diberikan pemahaman.

Ia menuturkan ada kasus yang ditangani sekarang adalah abang kandungnya.

Ia menilai faktor pemicunya ini adah dari media sosial atau gadget.

Alasannya ingin belajar tetapi lihatnya yang lain mengandung hal negatif.

Apalagi semua informasi bisa dilihat, ditonton dan ditiru.

"Dari orang tua dan sekolah harus memberikan edukasi yang lebih kepada anak-anak. Bahkan tak hanya perempuan, laki-laki pun menjadi korban yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Di lingkungan kita juga harus menjadi polisi untuk diri sendiri," katanya.

Baca juga: Kasus Asusila di Batam Korbannya Masih 14 Tahun, Kenal Pelaku Lewat TikTok

Saat ini, kata dia, tetangga juga terkadang kurang peduli sama anak-anak.

Pembulian juga salah satu faktor. Anak-anak yang sering dibuli, menjadi terkucilkan kemudian jadi pendiam.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved