MATA LOKAL CORNER
Kasus Asusila di Batam Meningkat, Bacaleg DPRD Serukan Pembatasan Gadget
Terkait kasus asusila di Batam yang cenderung meningkat membuat bakal caleg DPRD bereaksi. Ia menyerukan perlunya pembatasan gadget.
"Sehingga kita tak tahu apa yang terjadi kepada dia, tiba-tiba sudah kejadian," katanya.
Iptu Marihot juga menuturkan, dari kasus selama ini, ada juga yang sudah pengulangan kasus.
Kepolisian biasanya menambahkan sepertiga dari jumlah hukumannya.
"Untuk pasal kebiri yang lagi trend sekarang belum bisa diterapkan," katanya.
Ia menambahkan mirisnya lagi, ada pelaku yang sesama anak-anak, yaitu teman sekolahnya atau kakak tingkatnya.
Ketahuannya bukan korban bercerita ke orangtuanya.
"Melainkan korban cerita ke temannya, temannya cerita ke gurunya, gurunya yang cerita ke orangtua korban," katanya.
SERUKAN Pembatasan Gadget
Sementara bakal calon Legislatif (Caleg) DPRD Batam Partai Demokrat, Amri mengaku miris meningkatnya kasus asusila di Batam.
Menurutnya anak ini merupakan amanah dari Sang Pencipta.
Kondisi ini harus diwaspadai, terutama keluarga sebagai benteng awal si anak.
Apalagi pelakunya sering dari lingkungan yang terdekat.
Maka dari itu, orangtua harus membentengi anaknya agar dapat terhindar dari hal-hal negatif.
"Pengawasan yang ketat itu penting. Apabila sudah sekolah, jadwal sekolahnya harus diketatkan," katanya.
Begitu juga jadwal bermainnya, dengan siapa harus bermain. Termasuk juga persoalan penggunaan gadget.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Polisi-mengungkap-kasus-asusila-di-Batam-cuakks.jpg)