Senin, 27 April 2026

Rizal Ramli Blak Blakan Soal Kursi Menteri di Presiden Jokowi

Mantan Menko Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli blak-blakan soal kursi menteri di pemerintahan Presiden Jokowi.

TribunBatam.id via Tribunnews.com/Rahmat W Nugraha
Mantan Ketua MPR-RI sekaligus Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais saat mendatangi kediaman Mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli di Bangka Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2023). 

Atas hal itu diungkapkannya ia menerima tawaran Presiden Jokowi untuk masuk ke pemerintahan menjadi menteri dengan sejumlah syarat.

"Kalau udah ngomong rakyat lemes, langsung salaman saya bantu mas," tutupnya.

Baca juga: Partai Ummat Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Amien Rais Tolak Jadi Wapres

Rizal Ramli sebelumnya menjadi sorotan setelah menggelar pertemuan tertutup dengan Amien Rais.

Mantan Ketua MPR-RI sekaligus Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais mendatangi kediaman Rizal Ramli di Bangka Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2023).

Amien Rais datang bersama rombongan sekira pukul 16.10 WIB.

Ia yang datang mengenakan baju batik langsung disambut oleh Rizal Ramli.

"Pak Amien nggak banyak berubah ya, semenjak 25 tahun yang lalu," ujar Rizal menyambut kedatangan Amien Rais.

Kemudian Amien Rais langsung masuk ke dalam kediamannya Rizal Ramli.

Adapun pertemuan keduanya pun dilangsungkan tertutup.

Baca juga: Ganjar Pranowo Kunjungi Kediaman Gus Dur di Jakarta Menjelang Pilpres 2024

Awak media hanya diperbolehkan mengambil foto dan menunggu sampai pertemuan keduanya selesai.

Rizal Ramli menyebutkan sejak Joko Widodo berkuasa di tahun 2014 demokrasi Indonesia seperti dipreteli.

Mulainya ia menceritakan awal mula pertemuannya dengan Amien Rais dan membandingkan antar presiden Indonesia setiap periode.

"Tapi begitu Jokowi berkuasa tokoh yang tidak pernah berjuang sedikitpun untuk menegakkan demokrasi begitu dia berkuasa 2014 justru demokrasi dia preteli," kata Rizal Ramli di kediamannya Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2023).

Ia melanjutkan caranya lihat saja indeks demokrasi Indonesia merosot berapa puluh poin.

"Yang kedua lembaga anti korupsi yang kita dukung dari dulu KPK dilemahkan. Sembilan tahun selain demokrasi dipreteli dirusak. KKN zaman Jokowi ini lebih ganas dan vulgar dibandingkan zaman Pak Harto," sambungnya.

Menurutnya, Soeharto adalah sosok otoriter, tapi di hatinya masih ada rakyat.

"Tapi mohon maaf di hati Jokowi tidak ada rakyat. Tampangnya sangat merakyat, kita ketipu dengan tampangnya. Tapi hatinya oligarki dia ingin jadi oligarki dia bantuin oligarki yang membantu kegiatan politiknya," tegasnya.(TribunBatam.id) (Tribunnews.com/Rahmat Fajar Nugraha)

Sumber: Tribunnews.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved