Jumat, 24 April 2026

KESEHATAN

Kosmetik Ilegal Berbahaya bagi Kesehatan, Begini Cara Cek Ijin Edarnya Sebelum Beli

Masyarakat diimbau memastikan terlebih dahulu mengecek ijin edar yang tertera pada produk sebelum membeli kosmetik. 

Penulis: Beres Lumbantobing |
ISTIMEWA/BPOM Kepri
Foto ilustrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau menyita sebanyak 2.288 pcs kosmetik ilegal yang dijual melalui online shop di Batam. 

TRIBUNBATAM.ID,BATAM - Penggunaan kosmetik ilegal dapat merusak kecantikan dan membahayakan kesehatan.

Meski pasca penggunaan tak langsung berdampak.

Namun dalam rentang waktu yang panjang, kosmetik ilegal dapat menyebabkan kanker kulit.

Untuk itu, kepada masyarakat agar sebelum membeli produk pastikan terlebih dahulu mengecek ijin edar yang tertera pada produk. 

“Iya, pastikan terlebih dahulu pengecekan ijin edar. Pengecekan juga bisa dilakukan melalui aplikasi BPOM mobile," ujar Kadinkes Batam, Didi Kusmardjadi, Selasa (15/8).

Dinkes Kota Batam mengimbau kepada masyarakat Batam agar lebih berhati-hati menggunakan kosmetik. 

Pasalnya, saat ini banyak kosmetik ilegal menggunakan bahan berbahaya beredar di masyarakat.

Didi mengatakan, laporan kosmetik di Batam, banyak tidak memiliki nomor notifikasi ataupun dijual secara online maupun sarana produksi kosmetik ilegal lainnya dan cukup banyak dilaporkan. 

Untuk melindungi masyarakat dari kosmetik ilegal yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu serta untuk menjamin dan memastikan komestik itu menerapkan standar persyaratan keamanan, maka dalam pembuatannya harus menuhi standar cara pembuatan kosmetik yang baik (CPKB). 

Dimana, sambung dia didalamnya diatur tentang bagaimana memproduksi kosmetik yang baik termasuk higienis dan sanitasinya. 

Dikatakan Didi, maraknya kosmetik ilegal yang mengklaim bisa memutihkan dan membuat glowing masih banyak ditemukan di sejumlah platform lokal dengan penjualan yang juga semakin meningkat. 

Hal ini dikarenakan masyarakat terjebak pada mitos yang dibangun industri kecantikan bahwa cantik itu identik dengan putih. 

Selain itu ditambah lagi awareness yang sangat rendah dari masyarakat dengan lebih memilih kosmetik dengan harga yang murah ketimbang memilih mutu produk yang lebih baik namun dengan harga lebih tinggi. 

"Dengan iming-iming kulit bersih dan mulus secara instan. Biasanya seperti itu," kata Didi. 

Produsen sendiri lanjutnya, kebanyakan adalah skala rumahan yang memanfaatkan bahan baku yang dijual bebas serta mengabaikan aturan dan standar mutu yang telah ditetapkan. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved