TANJUNGPIANANG TERKINI

Dinkes Pastikan Flu Singapura Belum Ditemukan di Kepri

Kepala Dinkes Kepri Muhammad Bisri mengatakan, Flu Singapura menurutnya sampai sejauh ini masih dalam pengamatan, namun belum menjadi konsentrasi Keme

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM/ALFANDI
Suasana saat warga berobat di RSUP Kota Tanjungpinang 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan temuan penyakit Flu Singapura di Kepri.

Kepala Dinkes Kepri Muhammad Bisri mengatakan, Flu Singapura menurutnya sampai sejauh ini masih dalam pengamatan, namun belum menjadi konsentrasi Kementerian Kesehatan RI.

"Kita lihat perkembangan dan kebijakan Kemenkes, sampai sekarang belum ada temuan," katanya belum lama ini.

Lanjutnya, Flu Singapura memiliki gejala seperti demam biasa dan sudah menjadi endemik di Singapura.

Meskipun, demikian dirinya tidak lupa mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Salah satunya rajin mencuci tangan, dan menggunakan masker.

"Kasus flu Singapura ini merupakan kasus lama yang disebut hand and mouth disease, kita lihat perkembangan dan kebijakan kemenkes," jelasnya.

Sedangkan sebelumnya Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kepri, dr. M Rizqa menyebutkan, bahwa Flu Singapura mulai menjangkiti anak-anak di Kepri, khususnya di Kota Tanjungpinang.

Bahkan, sudah ada anak-anak yang menjalani rawat inap selama satu hingga tiga hari.

"Untuk pasien anak yang berobat di praktek saya lebih dari empat orang perhari di bulan ini," terangnya belum lama ini.

Dokter spesialis anak di RSUD Ahmad Tabib itu menerangkan, pasien Flu Singapura mengalami gejala sulit menelan dan muntah-muntah.

Selain itu, ada juga gejala demam, mengalami ruam seperti panas dalam, bintik-bintik seperti cacar di tangan dan bagian tubuh lainya.

Flu Singapura ini rentan menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun dan bayi. Hal itu dikarenakan daya tahan tubuh anak masih tergolong lemah.

"Tapi penyakit ini bukan berarti orang dewasa tidak bisa terjangkit. Namun, kejadiannya sangat jarang. Sebab daya tahan tubuh orang dewasa lebih kuat," ungkapnya.

Rizqa menambahkan, Flu Singapura menular pada anak melalui percikan ludah, batuk, bersin, atau makan satu wadah.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved