Singapura dan Hasil Survei Warganya Dalam Memandang Agama
Survei warga Singapura oleh sebuah lembaga mengungkap fakta bagaimana tetangga Batam itu memandang agama.
SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Fakta baru terungkap tentang Singapura.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Pew Research Center menemukan bahwa warga Singapura berada di urutan teratas di kawasan Asia Tenggara.
Survei terkait Singapura itu mengungkap warganya yang memandang agama yang berbeda sesuai dengan budaya dan nilai-nilai nasional.
Singapura tetangga Batam dalam survei itu juga merupakan satu-satunya negara yang disurvei yang memiliki jumlah besar orang yang berpindah agama selama hidup mereka.
Dilansir dari CNA, warga Singapura menempati posisi teratas di Asia Tenggara dalam hal kemungkinan besar melihat agama yang berbeda sebagai sesuatu yang sesuai dengan budaya dan nilai-nilai negara mereka, sebagai ukuran toleransi beragama.
Baca juga: Waktunya Libur, Simak Jadwal Kapal Batam ke Singapura via Tanah Merah pada Hari Ini
Sebuah studi yang dilakukan oleh lembaga think-tank Amerika, Pew Research Center, yang dirilis pada hari Selasa (12/9/2023), juga menemukan bahwa Singapura merupakan satu-satunya negara dengan jumlah orang dewasa yang berpindah agama selama hidupnya.
Survei ini dilakukan di enam negara, yakni Kamboja, Indonesia, Malaysia, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand.
Survei ini menangkap tanggapan terhadap berbagai agama, yaitu Buddha, Islam, Kristen, Hindu, agama tradisional China dan kepercayaan lokal atau agama asli.
Lebih dari 2.000 orang disurvei di Singapura.
Dalam beberapa ukuran toleransi beragama, masyarakat Singapura menunjukkan pandangan yang menerima secara luas terhadap kelompok-kelompok lain, demikian hasil penelitian tersebut.
Hampir 90 persen orang dewasa Singapura mengatakan bahwa Islam, Kristen, Hindu, agama tradisional China, dan kepercayaan lokal atau agama asli sesuai dengan budaya dan nilai-nilai Singapura.
Baca juga: Warga Singapura Soroti Polemik Rempang, Apa Batam Aman?
Pertanyaan survei ini tidak menanyakan tentang agama yang paling dominan di setiap negara, yang mana untuk Singapura adalah agama Buddha.
Sekitar 30 persen orang dewasa Singapura mengaku beragama Buddha; Singapura merupakan satu-satunya negara yang disurvei dimana tidak ada satu pun kelompok agama yang menjadi mayoritas.
Tiga puluh dua persen responden mengatakan bahwa mereka dibesarkan sebagai penganut agama Buddha, namun hanya 26 persen yang saat ini mengidentifikasi diri sebagai penganut agama Buddha.
Sementara 15 persen responden mengatakan bahwa mereka dibesarkan dengan mengikuti agama tradisional China.
Hanya 6 persen yang saat ini memeluk agama tersebut.
Sebaliknya, meskipun 11 persen dibesarkan sebagai penganut Kristen, mereka yang saat ini mempraktikkannya berjumlah 17 persen.
Proporsi orang yang dibesarkan tanpa agama adalah 13 persen, tetapi 22 persen responden saat ini tidak memiliki keyakinan.
Temuan di Singapura melampaui proporsi di negara-negara lain yang disurvei.
Di mana agama mayoritasnya adalah Buddha atau Muslim.
Studi ini juga mengidentifikasi tren perpindahan agama di Singapura.
Di semua negara lain yang disurvei, hampir semua orang dewasa masih mengidentifikasi diri mereka dengan agama tempat mereka dibesarkan.
Namun di Singapura, 35 persen dari mereka menyatakan bahwa agama mereka telah berubah selama hidup mereka.
"Perpindahan agama ini telah menyebabkan penurunan terutama pada jumlah orang Singapura yang mengidentifikasi diri sebagai penganut agama Buddha atau sebagai pengikut agama tradisional Tionghoa, dan meningkatnya jumlah orang yang beragama Kristen atau tidak memiliki agama," kata studi Pew.(TribunBatam.id) (Kompas.com)
Sumber: Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Lomba-sampan-layar-di-Belakangpadang-sambut-HUT-RI.jpg)