BATAM TERKINI
Gas 3 Kg di Batam Langka, Kadisperindag Soroti Kekeliruan Sistem
Terkait gas 3 kg di Batam langka lagi, Kadisperindag Batam menyoroti kekeliruan sistem distribusi di Pertamina.
"Suami jadi tak bawa bekal. Kami jadi sering makan diluar. Susah cari gas LPG 3 kilo. Kami sampai cari ke Botania pun susah. Sama sekali kosong udah berapa pangkalan kami jalani. Bahkan di eceran pun tak ada," sesal wanita berkacamata ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan hal ini dikarenakan sistem transportasi yang buruk.
Menurutnya, transporter yang melayani pengangkutan gas melon tersebut dari Tanjunguban ke Batam ditunjuk oleh Pertamina ada kekeliruan pada sistem.
"Transporter yang bawa gas itu yang nunjuk Pertamina, ada sistem yang keliru di sini. Makanya, selalu ada keterlambatan kedatangangas elpiji 3 kilogram itu," ujar Gustian, Selasa (26/9/2023).
Diakuinya sistem yang dilakukan transporter itu, melakukan satu kali pengangkutan gas elpiji 3 kilogram untuk kebutuhan 3 hari.
Artinya, di hari keempat, sudah dipastikan ada keterlambatan.
"Ini murni kesalahan dari transporter, kami sudah minta agar ini diperbaiki," katanya.
Seharusnya, kata dia, pihak Pertamina juga melakukan komunikasi dengan Disperindag.
Tujuannya agar permasalahan seperti ini tidak terulang lagi.
"Sehingga, masyarakat tidak melulu menyalahkan Disperindag bila gas langka," katanya.
Kelangkaan Gas LPG 3 kilogram kembali labgka Hampir disemua titik di kota Batam.
Padahal gas 3 kilogram yang merupakan kebutuhan primer masyarakat ini sudah menjadi buah bibir hampir di semua perumahan.
Pekan lalu kelangkaan gas melon ini hanya untuk dirasakan sebagian besar warga kecamatan Batuaji dan Sagulung.
Namun, tiga hari belakangan ini, Kelangkaan tersebut sudah dirasakan hampir disemua kota Batam. Termasuk di kecamatan Batam kota.(TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Ramadan-di-Batam-dan-stok-gas-3-Kg.jpg)