Kakak Megawati Usulkan Presiden Jokowi Jadi Ketum PDIP, Ini Jawaban Ayah Gibran
Wacana Presiden Jokowi jadi Ketum PDIP jika tak lagi jadi kepala negara muncul dari kakak Megawati, Guntur Soekarnoputra.
TRIBUNBATAM.id - Presiden Jokowi jadi Ketum PDIP menggantikan Megawati Soekarnoputri mengemuka.
Usulan agar Presiden Jokowi menjadi Ketum PDIP menggantikan Megawati Soekarnoputri setelah tidak lagi menjadi kepala Negara justru muncul dari kakak Megawati, Guntur Soekarnoputra.
Guntur menilai jika Presiden Jokowi perlu melanjutkan karir politiknya setelah tidak lagi menjadi kepala negara.
Presiden Jokowi diketahui sudah dua periode menjadi kepala negara.
Ia memenangkan Pilpres 2014 bersama Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden dan Pilpres 2019 dengan Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presidennya.
Guntur Soekarnoputra bahkan menyebut jika Presiden Jokowi ialah anak ideologis Bung Karno.
Baca juga: Presiden Jokowi dan Ganjar Pranowo Balas Kritik Anies Baswedan Soal PSN
Selain menjadikan Jokowi sebagai Ketua Umum PDIP, Guntur juga mengusulkan agar Megawati menjadi dewan pembina.
Lantas bagaimana tanggapan Presiden Jokowi soal usulan menjadi Ketum PDIP menggantikan Megawati Soekarnoputri?
Presiden Jokowi rupanya lebih memilih pulang ke Solo setelah dirinya tak lagi menjabat sebagai Kepala Negara.
"Saya mau pensiun, pulang ke Solo," kata Jokowi seusai upacara HUT ke-78 TNI di Monas, Jakarta, Kamis (5/10/2023).
Menurut Presiden Jokowi, banyak tokoh muda yang layak menjadi Ketum PDIP.
Dia menyebut nama Puan Maharani dan Muhammad Prananda Prabowo.
Dalam lain kesempatan, Presiden Jokowi mengaku akan pulang ke Solo dan menjadi warga biasa usai masa jabatannya berakhir pada 2024.
Baca juga: Momen Rakernas PDIP, Ganjar Pranowo dan Jokowi Pegang Erat Tangan Megawati
"Saya akan kembali ke kota saya, Solo, sebagai rakyat biasa," ujar Jokowi dalam wawancara bersama The Economist.
Presiden Republik Indonesia (RI) dua periode itu menambahkan, dia akan menjadi pegiat lingkungan hidup untuk mewujudkan Indonesia yang lebih hijau.
"Saya akan aktif di bidang lingkungan hidup," ucapnya.
Dia berharap, periode masa kepemimpinannya bisa mewarisi perubahan pola pikir dan cara kerja masyarakat agar Indonesia tumbuh menjadi negara maju.
"Dengan perubahan mindset, dengan perubahan cara kerja baru, saya meyakini, dengan kekuatan sumber daya alam, kekuatan sumber daya manusia, kekuatan pasar yang besar, kita (Indonesia) akan bisa melompat ke negara maju," pungkasnya seperti melansir Kompas.com.
Sementara Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut aspirasi dari bawah tetap menginginkan Megawati menjadi ketua umum.
Adapun Jokowi sebagai petugas partai tetap memiliki peran penting untuk mengawal transisi pasca pemilu mendatang seperti melansir Kompas.tv.
GIBRAN Rakabuming Ungkap Rencana Jokowi
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai masa jabatannya sebagai presiden berakhir pada 2024.
Baca juga: Prabowo Umbar Janji Naikkan Gaji Guru hingga Ketua RT Jika Menang Pilpres 2024
Putra sulung Jokowi tersebut membenarkan bahwa ayahnya akan kembali ke rumahnya di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), setelah tidak lagi mengemban jabatan presiden.
"Ya, pulanglah (ke Solo). Paling ya di Sumber. Rumahnya (Jokowi) di Sumber (Solo)," kata Gibran di Balai Kota Solo, Jateng, Rabu (16/11/2022).
Akan tetapi, Gibran mengaku tidak tahu kegiatan apa yang akan dilakukan Jokowi usai tak lagi menjadi presiden, termasuk soal rencananya akan aktif sebagai pegiat lingkungan hidup.
"Saya tidak tahu. Ya tanya beliau (Jokowi) dong. Belum, tidak ada (pembicaraan)," ungkapnya.
Sambil bergurau, Gibran mengatakan, dia justru akan meminta Jokowi untuk kembali ke Jakarta.
"Ya sudah saya suruh (Jokowi) kembali ke Jakarta. Sudah, gampang kan?" candanya.
Gibran kembali menegaskan bahwa dia tak tahu rencana detail ayahnya usai tak lagi mengemban tugas sebagai Kepala Negara pada 2024.
"Saya belum tahu rencana detailnya seperti apa," sebutnya.(TribunBatam.id) (Kompas.tv) (Kompas.com)
Tangis Megawati Sambut Hasto yang Hadiri Kongres PDIP di Bali Meski Tak Jadi Pengurus Lagi |
![]() |
---|
PDIP Ikut Komentari Satria Arta Kumbara Tentara Bayaran Rusia yang Ingin Pulang ke Indonesia |
![]() |
---|
Gibran Tinjau Penanganan Insiden KMP Tunu di Selat Bali, Jasa Raharja Ungkap Santunan untuk Korban |
![]() |
---|
Bilang Ijazah Jokowi Dibuat di Pasar Pramuka, Andi Azwan Sebut Kader PDIP Beathor Cuma Mau Pansos |
![]() |
---|
Kontroversi Jejak Digital Gibran Rakabuming Raka, Terbit Dugaan Follow Akun Judol Usai Fufufafa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.