APPM Serahkan 5 Nelayan Karimun yang Hanyut sampai Perairan Malaysia ke Tim SAR
Tim APPM serahkan lima nelayan asal Karimun korban kapal karam hingga hanyut sampai perairan Malaysia ke tim SAR di atas KN SAR Purworejo
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dua kapal patroli maritim Malaysia melaju kencang melintasi alur laut di balik kapal-kapal tanker di perairan Selat Malaka, Senin (30/10/2023) siang.
Kapal dengan lumbung Maritim Malaysia 1241 yang dikomandani Laksamana Pertama Nurul Hamzah itu lalu menghampiri kapal KN SAR Purworejo 101 Basarnas.
Layaknya kedatangan perompak, dua kapal patroli berwarna hitam itu tampak bermanuver saat mendekati lumbung kapal KN SAR. Hanya saja, kedatangannya ini disambut oleh personel gabungan dari Indonesia.
Suara sirine dan bunyi pluit panjang terdengar kencang dari kapal KN SAR Purworejo. Itu sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu kehormatan.
Tak berlama-lama, tim Maritim Malaysia atau yang lebih dikenal Agency Penguat Kuasa Maritim Malaysia (APPM) langsung menaiki lumbung KN SAR Purworejo.
Kedatangan tim APPM itu disusul dengan kenaikan tim Konjen RI dan lima WNI asal Tanjung Balai Karimun, korban kapal karam, Sabtu (7/10/2023) lalu.
Baca juga: Ini Identitas 5 WNI Asal Karimun Korban Kapal Karam yang Hanyut hingga Malaysia
Pertemuan dua negara itu berlangsung singkat di atas kapal KN SAR Purworejo di alur laut Selat Malaka, tepatnya di perairan Kukup Malaysia.
Sedikitnya ada belasan personel tim APPM yang datang siang itu. Mereka diterima langsung Kepala Kantor Basarnas Tanjungpinang, Slamet Riyadi.
Kedatangan tim APPM bersama Konjen RI itu tidak lain untuk menyerahkan lima nelayan asal Karimun yang hanyut dan hilang saat melaut beberapa pekan lalu.
“Alhamdulillah, misi kemanusiaan kita berjalan lancar. Lima saudara kita yang sebelumnya hanyut saat melaut berhasil diselamatkan oleh APPM, dan siang ini juga mereka telah kita terima,” ujar Slamet Riyadi kepada Tribun diatas kapal KN SAR Purworejo.
Penjemputan lima nelayan asal Karimun ini merupakan buah kerja sama yang telah terjalin selama ini antara Basarnas dengan APPM.
Di samping itu, Basarnas memiliki tupoksi sebagai tim penyelamatan dan kemanusiaan menjadi tanggungjawabnya untuk melakukan evakuasi.
Baca juga: Detik-detik Kapal Nelayan Asal Karimun Karam hingga Hanyut ke Perairan Malaysia
“Ini merupakan bentuk kerja sama kita antar instansi. Penjemputan ini tak hanya oleh Basarnas, juga bersama teman-teman lintas instansi, ada Bea Cukai, Imigrasi, TNI/Polri, Bakamla serta PMI. Bahwa tugas kemanusiaan ada tugas kita bersama,” ungkap Slamet.
Tak berlama-lama diatas kapal, lewat pertemuan singkat yang diwarnai dengan serangkaian penandatanganan berita acara penyerahan, tim APPM bersama Konsulat Jenderal RI akhirnya meninggalkan KN SAR Purworejo.
Sementara kelima WNI itu tinggal di KN SAR Purworejo untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim PMI Batam, lalu dipulangkan ke Karimun. (TRIBUNBATAM.id/bereslumbantobing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/31102023kapal-patroli-Malaysia.jpg)