KEBAKARAN DI BATAM

FAKTA Fakta Kebakaran di Batam Tewaskan Anak 8 Tahun, Pelakunya Ibu Tiri

Kebakaran di Batam tewaskan anak perempuan 8 tahun diungkap polisi. Pelaku rupanya ibu sambung korban. Motifnya pun terungkap.

TribunBatam.id/Ucik Suwaibah
KEBAKARAN DI BATAM - Potret kondisi indekos di Komplek Baloi Center Jalan Teratai RT 02 RW 04, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang terbakar 8 November 2023. Seorang anak perempuan usia 8 tahun tewas dalam insiden tersebut setelah mendapat perawatan di rumah sakit. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Anggota Polsek Lubukbaja menangkap seorang wanita bernama Yuliana, Jumat (17/11/2023).

Polisi menangkap wanita 42 tahun ini karena terbukti membakar indekos di kawasan Baloi Center, Jalan Teratai RT 02 RW 04, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu (8/11/2023).

Aksinya itu ia lakukan saat anak sambungnya yang masih berumur 8 tahun, Aida Setia Aulia berada dalam indekos itu saat sedang tidur.

Akibat kebakaran di Batam itu, anak perempuan itu menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Santa Elisabeth Baloi Center selama 8 hari.

Sampai akhirnya anak perempuan malang itu meninggal dunia, Kamis (16/11).

Kepada TribunBatam.id, Yuliana blak-blakan mengapa ia tega berbuat seperti itu hingga menewaskan anak sambungnya.

Berikut deretan faktanya kami sajikan untuk Anda.

TERJADI Dini Hari

Kebakaran indekos di Baloi Centre, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terjadi sekira pukul 04.30 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja Ipda Jonathan Reinhart Pakpahan, Kamis (9/11) mengatakan, terdapat anak perempuan berusia 8 tahunyang mengalami luka bakar dalam kebakaran di Batam itu.

Baca juga: BREAKING NEWS, Kebakaran di Batam Landa Dua Rumah di Bengkong Ratu

Sementara pemilik indekos, Sahat Simamora menyebut, sebanyak 14 kamar yang disewakan dalam kondisi kosong ditinggal oleh penghuninya sementara waktu karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk ditinggali.

Terpasang police line di depan indekos.

Termasuk bagian depan yang memiliki 3 jendela bahkan habis terbakar.

Pria 67 tahun, pemilik kos yang ditemui Tribun Batam mengaku sedih akan insiden yang terjadi di kos miliknya.

"Saya tinggal di Tiban, sekira pukul 5 kurang 15 kemarin (8/11/2023) saya dapat kabar kos kebakaran dari salah satu penghuni kos," ujar Sahat lirih saat ditemui TribunBatam.id di lokasi, Kamis (9/11/2023)

Saat ia tiba di lokasi, lima unit mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk menjinakan si jago merah di kos miliknya tersebut.

"Kurang lebih 30 menit api berhasil padam, ada 5 damkar diaini, tapi kemarin 3 mobil damkar aja yang digunakan dan api sudah padam," katanya.

KEBAKARAN DI BATAM - Kondisi indekos di Baloi Indah, Lubukbaja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang terbakar, Kamis (9/11/2023). Anak perempuan 8 tahun korban kebakaran di Batam itu meninggal dunia setelah jalani perawatan di rumah sakit.
KEBAKARAN DI BATAM - Kondisi indekos di Baloi Indah, Lubukbaja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang terbakar, Kamis (9/11/2023). Anak perempuan 8 tahun korban kebakaran di Batam itu meninggal dunia setelah jalani perawatan di rumah sakit. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

Sahat menyampaikan kamar kos yang paling parah terdampak dan rusak yakni di kos nomor 2 dan 6.

Ia juga menambahkan untuk total penghuni kos miliknya sebanyak 18 orang yang tinggal disitu.

Tak banyak yang ia katakan, bahkan ia kebingunan harus mencari uang dari mana untuk memperbaiki kos miliknya yang terbakar tersebut.

"Kalau saya pribadi untuk renovasi dan perbaikan kos ini kisaran Rp 250 juta sampai Rp 300 juta, entah nanti ganti darimana," jawabnya resah.

Ia mengaku, indekos inilah yang menjadi penghasilannya setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama istrinya.

TEREKAM CCTv

Pemilik indekos yang terbakar, Sahat Simamora mengungkap hasil amatan CCTv yang mengungkap ada ibu-ibu masuk sebelum kebakaran di Batam itu terjadi.

Sahat menceritakan, sebelum insiden kebakaran di Batam terjadi di indekosannya, terdapat masalah keluarga yang dialami pasangan suami istri itu.

"Beberapa hari sebelum kejadian mereka suami istri cekcok dan akhirnya si istri siri pergi meninggalkan kosan itu dan setelah itulah kejadiannya hanya berselang dua hari," ungkapnya, , Jumat (17/11/2023).

Diketahui istri siri pergi untuk pulang ke Jambi.

Ibu kandung anak perempuan korban kebakaran di Batam itu sebelumnya telah meninggal dunia pada Juli 2020.

Namun ia tak mau diantarkan suaminya ke Telagapunggur, Kecamatan Nongsa.

Baca juga: Kebakaran di Batam Jadi Tontonan Warga, Ada yang Bawa Anak Istri

Ia hanya diantar sampai halte kawasan Nagoya.

"Mereka berdua pasangan baru, kalau tak salah menikah pada Januari 2023," sebut pria 67 tahun itu.

Sahat mengatakan berdasarkan pengakuan Zainuddin, memang ibu tiri korban ini memiliki temperamen yang tinggi dan sering memarahi anak sambungnya itu.

Semua barang bukti berikut CCTv berikut keterangan ayah korban kebakaran di Batam sudah diserahkan ke polisi.

KAKI Terbakar saat Beraksi

Langkah Yuliana (42), ibu tiri korban kebakaran di Batam tampak tertatih saat digiring anggota Polsek Lubukbaja, Jumat (17/11/2023).

Ia mengaku mengalami luka bakar dari perbuatan yang ia buat.

Kebakaran indekos di Batam, tepatnya di Jalan Teratai RT 02 RW 04, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada 8 November 2023 itu ternyata merupakan ulahnya.

Gegara kebakaran di Batam itu, tidak hanya sejumlah kamar indekos milik Sahat Simamora yang terkena imbasnya.

Anak sambungnya yang berumur 8 tahun, Aida Setia Aulia juga terkena luka bakar akibat kejadian itu.

Yu (42), ibu tiri Aida Setia Aulia, anak 8 tahun yang meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit dalam kebakaran di Batam, 8 November 2023. Kaki ibu sambung anak perempuan itu mengalami luka bakar hingga berjalan tertatih dalam kejadian yang ia buat itu.
Yu (42), ibu tiri Aida Setia Aulia, anak 8 tahun yang meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit dalam kebakaran di Batam, 8 November 2023. Kaki ibu sambung anak perempuan itu mengalami luka bakar hingga berjalan tertatih dalam kejadian yang ia buat itu. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

Ia sempat menjalani perawatan Rumah Sakit Santa Elisabeth Baloi Center.

Sampai Tuhan Pemilik Semesta Alam memanggilnya pada Kamis (16/11/2023).

Anak Zainuddin itu meninggal dunia setelah delapan hari jalani perawatan di rumah sakit itu.

"Kaki saya terbakar saat insiden," ucapnya lirih saat berjalan ke ruangan.

Mengenakan baju berwarna merah muda dan kerudung hitam, ia tampak sesekali mengusap air matanya dan menutupi setengah wajah dengan handuk biru putih yang ia bawa.

Polisi menangkap Yu saat hendak pergi ke Jambi melalui Pelabuhan Telagapunggur.

MOTIF

Mengaku terpukul mengetahui kematian anak tirinya, Yuliana ibu tiri korban menangis saat dijumpai awak media terkait insiden kebakaran yang merenggut nyawa anak perempuan berumur 8 tahun.

Kedua kaki yang masih dibalut kain kasa akibat luka bakar, tangan wanita 42 tahun itu gemetar saat ditanya mengenai kebakaran yang terjadi di kawasan Baloi Center pada 8 November 2023 lalu.

Saat ditanya kenapa ia ditangkap kepolisian dan dibawa ke ruang Reskrim Polsek Lubukbaja ia mengatakan bahwa ia telah melakukan perbuatan kejahatan.

"Betul saya yang melakukan, saya ditangkap karena kebakaran indekos di Baloi," jawabnya, Jumat (17/11/2023).

Namun setelah menangisi perbuatannya, ia tersenyum kecil setelah TribunBatam.id mewawancarainya.

Dalam pengakuannya, insiden yang ia timbulkan ini berawal dari kecemburuan dirinya terhadap sang suami Zainuddin, karena masih berkomunikasi dengan mantan pacarnya.

Baca juga: Air Sumur di Tanjungpinang Diduga Mengandung Minyak, Warga Takut Kebakaran

Diselimuti api cemburu, ia gelap mata dan nekat membakar kamar kos yang saat itu ASA masih terlelap di kamar.

"Sakit hati saya. Dia bilang dia enggak pernah main cewek karena dia sadar anaknya perempuan juga. Tapi ternyata ketahuan ada sms, udah ayah bunda mereka," bebernya.

Seketika terbakar api cemburu beberapa hari sebelum insiden kebakaran tersebut, ia dan suaminya terlibat cekcok.

"Dia sendiri yang bilang, dia itu mantan pacarnya yang kenal sejak 2011. Sampai dia nyari tahu dimana perempuan itu tinggal. Kalau tahu seperti itu kenapa enggak nikah sama dia, kenapa malah nikah sama saya yang baru kenal," ucapnya lagi.

Dari pengakuannya, gegara sakit hari dan merasa cemburu tersebut ia nekat membakar kos-kosan yang ia tinggal bersama suami dan anak tirinya tersebut.

Yuliana berniat kabur ke Jambi lewat Pelabuhan Telagapunggur Batam setelah mendapat anak sambungnya terbakar akibat ulahnya.

Wanita 42 tahun itu merupakan ibu tiri dari ASA (8) yang diketahui baru menikah dengan Zaenudin ayah dari anak tersebut.

Yuliana (42) saat ditemui di Polsek Lubukbaja, Jumat (17/11/2023). Ibu tiri di Batam ini mengungkap motofnya membakar indekos suaminya hingga anak sambung perempuannya berumur 8 tahun yang sedang tidur alami luka bakar dan meninggal dunia.
Yuliana (42) saat ditemui di Polsek Lubukbaja, Jumat (17/11/2023). Ibu tiri di Batam ini mengungkap motofnya membakar indekos suaminya hingga anak sambung perempuannya berumur 8 tahun yang sedang tidur alami luka bakar dan meninggal dunia. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

Ia tega membakar indekos itu saat Asa sedang tertidur lelap di dalamnya.

Yuliani semakin ketakutan karena Polsek Lubuk Baja juga sudah mengirimkan pesan kepada dirinya untuk datang ke kantor.

Tujuannya untuk memberi kesaksian terkait kasus kebakaran kamar kos di Balai Centre.

Saat di Polsek Lubuk Baja, Yuliana mengaku mengenai tuduhun keterlibatan dirinya atas kebakaran tempat kos suaminya yang mengakibatkan anak tirinya ikut terbakar.

Dia juga mengatakan dirinya mau pergi dari Batam untuk menghindari penangkapan polisi.

Menggunakan sebotol Pertalite yang sudah disiapkan, Yuliana tega bakar tempat kos suaminya saat anak tirinya tertidur pulas.

Yuliana yang sudah diamankan oleh Polsek Lubuk Baja mengaku dirinya datang ke tempat indekos suaminya saat suaminya keluar untuk menunaikan salat subuh.

Setelah sampai di tempat kos, dirinya masuk ke dalam kamar kos dan melihat ASA yang merupakan anak tirinya sedang tertidur pulas sebelah kanan.

Yuliana yang sudah membawa sebotol Pertalite langsung menyiramkannya di sebelah kiri kamar kos.

Setelah menyiram minyak ke sebelah kiri, dirinya langsung menyulut dengan api.

Saat itu juga kakinya ikut terbakar.

Setelah melakukan aksinya, Yuliana kembali ke tempat kosnya di daerah Baloi.

Sejak kejadian tersebut Yuliana mengurung diri di dalam tempat kos.

Namun polisi berulang mengirimkan pesan kepada dirinya untuk datang ke kantor polisi memberikan keterangan mengenai kejadian kabakaran di rumah kos suaminya.

Dirinya tidak menghiraukan hal tersebut dan memilih mematikan handhpone miliknya.

Sampai akhirnya dirinya dapat kabar bahwa anak tirinya yang sedang terlelap saat dirinya membakar kos suaminya ikut terbakar dan setelah mendapat perawatan akhirnya meninggal dunia.

Yuliana ketakutan dan hendak kabur dari Batam.

Namun langkahnya terhenti saat Unitreskrim Polresta Barelang bersama unitreskrim Polsek Lubuk Baja menangkapnya di Pelabuhan Punggur.

KATA Polisi

Kasus kebakaran yang terjadi di Baloi Center beberapa hari lalu masih meninggalkan duka bagi keluarga yang saat ini menjadi korban kebakaran.

Kebakaran tersebut lantas membuat satu orang anak perempuan berusia 8 tahun berinisial ASA merenggut nyawa setelah 8 hari menjalani perawatan.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Yudi Arvian mengatakan bahwa yang pihaknya setelah insiden tersebut terus melakukan penyelidikan terkait pelaku pembakaran.

"Dari awal insiden, kami lakukan olah tkp dan melihat CCTv disekitar kosan, kami telah mencurigai dan menduga satu orang yang tertangkap CCTv dalam insiden tersebut," ujar Kapolsek, Jumat (17/11/2023).

Kapolsek Lubukbaja Kompol Yudi Arvian soal kebakaran di Batam Kepri
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Yudi Arvian menjelaskan terkait kasus kebakaran di Batam yang menewaskan anak perempuan umur 8 tahun, Jumat (18/11/2023).

Dalam pengejaran perempuan yang tertangkap CCTv tersebut ia telah memanggil yang bersangkutan.

Namun upaya itu nihil karena nomor yang dihubungi sudah tidak aktif.

Kemudian, Yudi mengungkap pasca kejadian hingga sekarang pihaknya terus melakukan penyelidikan dan pada Jumat, 17 November 2023, ia berhasil mengamankan YU.

"Kami dapat informasi, kemudian Satreskrim Polresta Barelang bersama Polsek Lubukbaja berhasil mengamankan YU di Pelabuhan Punggur siang tadi saat ia hendak berlayar ke Jambi," kata Kapolsek.

Lanjutnya, ia belum memberikan keterangan resmi terkait motif yang dilakukan oleh YU hingga ia nekat membakar kos yang saat itu anak tirinya sedang terlelap.

"Motifnya masih kita dalami, tapi sejauh ini pelaku mengaku bahwa ia yang melakukannya," kata Yudi.

Pihaknya masih menunggu hasil dari penyelidikan dan keterangan dari yang bersangkutan.

"Untuk korban saat itu masih sempat dirawat di Rumah Sakit selama 8 hari sebelum meninggal dunia," imbuhnya.(TribunBatam.id/Ucik Suwaibah/Pertanian Sitanggang)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved