Investor Singapura Paling Banyak Tanam Modal di Proyek IKN
Selain investor asal Singapura, pemerintah merinci investor asing lain di proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) per November 2023.
TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Investor Singapura paling banyak menanamkan modalnya dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi IKN, Agung Wicaksono mengungkap setidaknya terdapat 27 investor asal Singapura yang berkontribusi dalam pembangunan IKN hingga November 2023 ini.
Selain investor Singapura, pemerintah juga mencatat 25 investor asal Jepang.
Sementara investor asal Malaysia dan Tiongkok masing-masing dengan 19 investor.
"Total ada 305 investor, 172 investor Indonesia, sedangkan 133 investor asing," ungkapnya di Jakarta, Senin (20/11/2023).
Menurut Agung, terdapat delapan tahapan hingga akhirnya pemerintah mencapai kesepakatan dengan para investor.
Tahap pertama penyerahan LOI, kedua tinjauan dan penilaian sektor skala prioritas LOI, ketiga 1 on 1 meeting, keempat penyerahan surat konfirmasi.
Kemudian, kelima surat tanggapan dari otorita IKN kepada investor, keenam perjanjian kerahasiaan dan permohonan data NDA dan data request, ketuju studi kelayakan, hingga kedelapan mencapai kesepakatan.
"Memang investor domestik jadi prioritas penting. Selain itu, investor domestik lebih cepat dalam memproses risk and return hingga mengambil keputusan dari kesepakatan," terang Agung.
Agung berujar sampai saat ini memang belum ada investor secara individu yang masuk. Hanya saja, mereka bekerja sama dengan investor lokal, yang sudah menanamkan modalnya ke IKN.
"Misalnya, Hotel Nusantara dan Swissotel (Accor Group Swiss), training center PSSI dengan FIFA, Nusantara Intercultural School dengan JIS, PLN untuk PLTS 50 MW dengan Sembcorb Singapura, RS Mayapada dan Apollo Hospital India, hingga Pakuwon dengan Mariott International Amerika Serikat," terang Agung.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengakui hingga saat ini belum ada realisasi investasi asing untuk masuk ke IKN.
Meski demikian, Presiden menekankan sudah ada 300 letter of intent (LoI) atau surat kesepakatan awal minat investasi asing untuk ibu kota baru tersebut.
"Sampai sekarang sudah lebih dari 300 LoI yang sudah ditandatangani, saya kira itu sudah segera akan tambah terus. Tapi memang sampai saat ini yang real (sungguhan) untuk memulai (investasi) memang belum," ujar Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (20/11/2023).
Namun, lanjut Jokowi, dengan banyaknya LoI yang sudah ada, dirinya optimistis masih ada potensi investasi asing akan masuk ke IKN. Hanya saja, saat ini pemerintah masih memprioritaskan investasi dalam negeri masuk untuk pembangunan di IKN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Investor-Singapura-minat-proyek-IKN.jpg)