BATAM TERKINI
Jumlah Pengidap TBC di Batam Meningkat, Satu Daerah Sampai 58 Persen
Selain itu, untuk kasus anak ada sebanyak 496 mengidap TB dan Sebanyak 128 orang dengan TB disertai HIV-Aids. Sedangkan untuk Kasus TB Resisten Obat a
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.ID,BATAM - Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat situasi TBC sampai Oktober 2023 mengalami peningkatan.
Data rincian Dinkes, ada sebanyak 35.329 orang terduga diperiksa tuberculosis.Kemudian ada sebanyak 3.588 orang yang didiagnosa mengidap Tuberkulosis.
Selain itu, untuk kasus anak ada sebanyak 496 mengidap TB dan Sebanyak 128 orang dengan TB disertai HIV-Aids. Sedangkan untuk Kasus TB Resisten Obat ada sebanyak 32 orang.
Dari data rincian penyakit TBC itu, Yayasan Lintas Nusa yang sebagai komunitas yang dipercaya menangani program eliminasi TBC Kota Batam mencatat sebaran paparan TBC dominan masyarakat yang tinggal di wilayah Bengkong.
Memang, sebaran data kasus TB ada di setiap kecamatan, namun berdasarkan persentasi data paling tinggi sekitar 58 persen jumlahnya ada di kecamatan Bengkong.
"Data sebaran kasus TBC paling banyak di Bengkong. Sebanyak 58 persen merupakan warga Bengkong. Tim kader sedang melakukan investigasi dan screening secara berkala," ujar kordinator program TBC Yayasan Lintas Nusa, Kartika Zonelia saat menggelar rapat bersama dalam pernyataan upaya kolaborasi penanggulangan TBC dibilangan Batam Center, Kamis (7/12).
Kata dia, dalam pernyataan bersama upaya kolaborasi penanggulangan TBC di Batam yang terus meningkat, lintas sektor baik Dinkes, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Dinas Sosial serta institusi pendidikan telah merumuskan sebua kebijakan untuk menekan angka penyebaran TBC.
"Lewat pertemuan ini, akan ada upaya sinkronisasi lintas sektor untuk menekan angka TBC di Batam," katanya.
Tidak hanya dari Dinkes saja, sambungnya harusnya linsek dan komunitas bisa bergerak. Terutama pembentukan dari kader, melakukan pelacakan pada orang yang kontak.
Beberapa langkah konkrit yang akan diambil, lanjut dia, lewat nota dinas pihaknya akan merekrut kader TB minimal 5 orang per kecamatan.
Selain itu melibatkan kader stunting. Lalu diimatchingkan dengan posyandu remaja. Kemudian tim kader TBC yang berjumlah 25 orang saat ini akan turun secara rutin melakukan penyuluhan stunting berisiko TB kepada masyarakat termasuk turun screening ke Lapas.
Kata dia, screning terhadap sebanyak 46.374 orang terduga TBC, namun persentasinya baru sampai 75 persen. Padahal seharusnya hingga November sudah mencapai 92 persen. Namun itu belum mencapai.
Lebih jauh, Kartika menyampaikan akam halnya di Kota Batam program eliminasi TBC telah dikonsentrasikan sejak 2021 melalui dukungan dana Globan Fund yang kali ini menyasar juga ke komunitas-komunitas masyarakat.
Jadi selain yang telah dikerjakan oleh Dinas Kesehatan selama ini sesuai dengan tupoksinya, dilibatkan juga lembaga swadaya masyarakat untuk mengintervensi program di dalam masyarakat sebagaimana juga yang ada di 30 kabupaten/kota se Indonesia.
Tentu dalam kerangka strategi yang sama, pertemuan hari ini kita laksanakan yakni mengajak pelibatan semakin banyak sektor masyarakat dalam hal ini media dengan para jurnalisnya untuk ambil bagian dalam percepatan program ini sebagaimana Peraturan Presiden nomor 67 tahun 2021 (Perpres No. 67/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/fd40e395-8c79-46ca-b34e-ad25b099b70b.jpg)