PENGUNGSI ROHINGNYA
Mahfud MD Respons Opsi Pulau Galang di Batam Jadi Penampungan Pengungsi Rohingya
Menkopolhukam Mahfud MD merespons opsi Pulau Galang di Batam lokasi penampungan pengungsi Rohingya yang semakin banyak berdatangan dari Aceh.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tiba-tiba jadi sorotan.
Tepatnya setelah Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Ma'ruf Amin mengungkap opsi untuk memindahkan pengungsi di Rohingya di sana.
Meski demikian, Ma'ruf Amin menyebut akan membicarakan lagi teknisnya.
Saat berada di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (5/12), isu pengungsi Rohingya menurutnya adalah masalah kemanusiaan yang harus diatasi bersama antarpemangku kepentingan.
Seperti diketahui, pengungsi Rohingya jumlahnya semakin banyak dan datang ke pesisir Aceh.
Adapun Pulau Galang sebelumnya menjadi lokasi pengungsi warga Vietnam saat perang saudara era tahun 1970-an.
Baca juga: Camp Vietnam Pulau Galang Batam, Lokasi Bersejarah Jadi Destinasi Wisata
Sedikitnya 250 ribu orang pengungsi menetap di Pulau Galang hingga 1996.
Sebagian lagi dilaporkan bermukim di Pulau Kuku, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.
Terkait opsi Pulau Galang di Batam yang muncul untuk menampung pengungsi Rohingya mendapat tanggapan dari Menkopolhukam, Mahfud MD.
Mahfud MD menjelaskan jika pemerintah sedang mencari tempat penampungan baru lantaran lokasi saat ini sudah tidak mencukupi.
Dalam waktu dekat Pemprov Aceh, Sumatera Utara dan Riau akan rapat bersama dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk membicarakan tempat penampungan bagi pengungsi Rohingya.
Di sisi lain Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan berkoordinasi dengan badan PBB untuk urusan pengungsi, UNHCR, untuk ikut membantu menangani pengungsi Rohingya di Indonesia.
Baca juga: Rohingya yang Sampai di Aceh Dapat Penolakan, Minta Amnesty Karena Banyak Anak-anak
"Prinsipnya kami menganut diplomasi kemanusiaan karena sifatnya kemanusiaan maka kami sedang mencari jalan untuk nanti dicarikan tempat penampungan karena yang ada sudah tidak muat tapi kita akan segera mencari jalan untuk mencari secepatnya," ujar Mahfud saat jumpa pers di Kemenkopolhukam, Rabu (6/12/2023).
Mahfud menambahkan ada beberapa tempat yang diusulkan untuk menjadi lokasi penampungan pengungsi Rohingya.
Namun belum diputuskan pemerintah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.