Kamis, 4 Juni 2026

KEUANGAN

Tips Belanja Barang Branded di Luar Negeri Tanpa Bikin Tabungan Terkuras

Sudah bukan rahasia lagi bahwa merek-merek fesyen tertentu memiliki harga yang lebih murah di luar negeri.

Tayang:
TRIBUNNEWS
Simak tips belanja fesyen di luar negeri agar tidak membuat kantong terkuras. Ilustrasi belanja di luar negeri. 

Wisatawan dapat menghemat sekitar 2% untuk brand-brand mewah seperti Chanel dan Louis Vuitton.

Sayangnya, Uniqlo justru 30% lebih mahal dibandingkan dengan di Indonesia.

7. China

Wisatawan Indonesia dapat menghemat sekitar 15% ketika berbelanja Nike dan Zara, namun disarankan untuk menghindari Levi's yang harganya bisa 50% lebih mahal.

Baca juga: Cara Bayar Shopee di Indomaret dan i.Saku, Bisa Bayar Tagihan hingga Belanja

Baca juga: Pemegang Paspor Indonesia, Ini Daftar Negara Bebas Visa yang Wajib Dikunjungi saat Liburan

Tips untuk berhemat ketika berbelanja di luar negeri

Elian Ciptono, Country Manager Wise Indonesia, memberikan tips berikut untuk membantu wisatawan Indonesia berhemat saat berbelanja di luar negeri selama liburan akhir tahun

  • Pertama, pelajari fluktuasi nilai tukar rupiah: Sebelum bepergian, pantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara tujuan.

Informasi ini membantu Anda memilih waktu yang tepat untuk menukar uang atau melakukan pembelian, sehingga bisa mendapatkan lebih banyak nilai untuk uang Anda.

  • Kedua, ketahui cara berbelanja bebas pajak.

Banyak negara mengizinkan wisatawan untuk mengajukan pengembalian PPN atau VAT (value added tax), atau bahkan menawarkan belanja bebas pajak.

Lakukan riset mengenai prosedur pengembalian pajak di negara tujuan sebelum berbelanja.

  • Ketiga, bandingkan harga secara online sebelum membeli.

Memeriksa harga online, terutama untuk brand mewah, dapat membantumu untuk mengetahui bila produk tersebut memang lebih murah untuk dibeli di luar negeri

  • Keempat, bayarlah dengan mata uang setempat: Saat menarik uang dari ATM atau melakukan pembayaran di luar negeri, pilihlah pembayaran dengan mata uang lokal (tanpa konversi) untuk menghindari biaya tambahan.
  • Terakhir atau kelima, waspadai biaya tersembunyi. 

Banyak penyedia layanan menambahkan biaya tersembunyi dalam bentuk markup nilai tukar, meskipun tampak transparan di depan dengan menampilkan upfront fee.

Riset Wise tentang biaya tersembunyi menemukan, pada tahun 2022, masyarakat Indonesia membayar Rp 3,45 triliun untuk transaksi luar negeri yang menggunakan kartu (debit card atau credit card), di mana 70?ri biaya tersebut disembunyikan dalam bentuk markup nilai tukar.

Untuk itu, carilah penyedia layanan dengan struktur biaya yang transparan dan jangan mudah percaya dengan istilah seperti "bebas biaya".

(*/TRIBUNBATAM.id)

 

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved