Jembatan Sultan Mahmud Riayat Syah di Tanjungpinang Ikon Ibu Kota Provinsi Kepri
Jembatan Sultan Mahmud Riyat Syah adalah sebutan akrab jembatan Dompak di Tanjungpinang, Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Jembatan Sultan Mahmud Riyat Syah adalah sebutan akrab jembatan Dompak di Tanjungpinang, Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Untuk menuju ke Jembatan Sultan Mahmud Riyat Syah, dari arah jalan Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, harus melintas melaui fly over.
Bila dari arah Jalan Wiratno, melintasi mall Ramayana dan putar balik untuk masuk ke fly over.
Setelah melintasi fly over, hanya berjarak kurang lebih 1 kilometer saja, mata akan memandang gerbang masuk jembatan.
Di kanan dan kiri, terdapat dua kapal dengan layar berkembang berwarna putih seperti tenggelam. Namun, dibawah layar terdapat tempat duduk pengunjung.
Baca juga: Kepala Dinas Kesehatan Kepri Sebut Tak Ada Data Suspect Covid-19 di Kepri
Kemudian, terlihat juga dua menara berukir warna putih, dengan tinggi kurang lebih 10 meter. Bangunan itu juga memiliki kubah warna emas, terletak di bawah bangunan menara. Posisinya ada di kanan dan kiri.
Panjangan jembatan sekitar 1.5 kilometer, menghubungkan ke Pulau Dompak atau kini menjadi lokasi kantor pusat Pemerintahan Provinsi Kepri.
Sepanjang jalan jembatan, dibatasi tembok tinggi 1 meter, diukir dengan ornamen melayu berwarna hijau dan kuning.
Baca juga: Pulau Basing Dompak Dilirik Jadi Destinasi Wisata Edukasi Sejarah di Tanjungpinang
Terdapat juga puluhan tiang lampu berukir seperti dedaunan berwarna hitam berjarak 10 meter pertiang.
Lalu, di kanan dan kiri tembok, juga dipasang pagar besi untuk menambah sisi keamanan bila warga melintas dengan berjalan kaki.
Saat hampir tiba di ujung jembatan, dibagian tengah jalan juga terdapat bangunan lengkungan sebanyak dua kali.
Itulah jembatan Sultan Mahmud Riyat Syah yang akrab disapa Jembatan Dompak.
Sejarah Pembangunan Jembatan
Pembangunan jembatan ini diinisiasi oleh mantan Gubernur Kepri, yakni Ismeth Abdullah pada awal 2006.
Awalnya, ada dua daerah yang menjadi opsi pembangunan jembatan, yakni Senggarang dan pulau Dompak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1512_Jembatan-Dompak.jpg)