BATAM TERKINI
Kadin Ungkap 3 Tantangan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Batam 2024
Selain Kadin Batam terkait tantangan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi 2024, BP Batam mengungkap sektor industri favorit andalan bagi investor.
Melalui diskusi ini, Kadin Batam menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya, Dubes RI di Singapura, Suryo Pratomo.
Kemudian Konjen RI di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto; dan Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro dipandu oleh Dr. Ampuan Situmeang selaku moderator.
Baca juga: Pergerakan Penumpang Meningkat 2023, Kebangkitan Ekonomi Batam Semakin Terlihat
KLAIM BP Batam
Sementara BP Batam mengklaim ada lima sektor industri menjadi andalan dalam menarik minat Penanaman Modal Asing (PMA) di kota ini sepanjang Triwulan III Tahun 2023.
Berdasarkan data Kementerian Investasi RI, nilai realisasi PMA di Batam mencapai USD 120,12 juta atau setara Rp 1,78 triliun dari 372 proyek.
Angka ini naik 18,5 persen dibandingkan dengan Triwulan III Tahun 2022 yang hanya USD 101,34 juta atau Rp 1,5 triliun dari 327 proyek.
Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengapresiasi kinerja investasi di Batam. Ia mengatakan, hal ini menunjukkan Batam masih menjadi tujuan utama para investor asing di Indonesia.
Baca juga: Pergerakan Penumpang Meningkat 2023, Kebangkitan Ekonomi Batam Semakin Terlihat
"Kami berterima kasih kepada para investor yang telah mempercayakan Batam sebagai tempat berinvestasi. Kami juga berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan fasilitas yang memadai bagi para investor," ujarnya, Kamis (21/12/2023).
Ariastuty menambahkan, BP Batam juga terus berupaya untuk meningkatkan daya saing Batam di kancah internasional. Salah satunya adalah dengan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung kota, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, dan kawasan industri.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan harmonis di Batam. Kami berharap, dengan adanya sinergi yang baik, Batam dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional," tuturnya
Adapun kelima sektor industri yang mendominasi realisasi PMA di Batam adalah:
1. Industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam.
Sektor ini menyumbang USD 53,68 juta atau Rp 794,48 miliar dari 135 proyek.
Sertaktor merupakan sektor unggulan Batam yang telah beroperasi sejak lama dan memiliki pasar global yang luas
2. Industri makanan. Sektor ini menyumbang USD 40,58 juta atau Rp 600,66 miliar dari 55 proyek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kadin-Batam-soal-arah-pertumbuhan-ekonomi-Batam-2024.jpg)