LINGGA

Warga Marok Kecil Lingga Tebar 1,5 Ton Bibit Kerang, Berharap Hasil Panen Optimal

Budidaya kerang diharapkan dapat menjaga ekosistem kerang dan menjadi penguatan ketahanan pangan serta bisa mendorong ekonomi masyarakat.

Penulis: Febriyuanda |
TribunBatam.id/Febriyuanda
BIBIT KERANG - Kelompok nelayan masyarakat di Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, membudidayakan kerang darah dengan menebarkan bibit kerang darah sebanyak 1,5 ton ke laut 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Masyarakat Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan upaya penebaran bibit kerang darah sebanyak 1,5 ton.

Bibit tersebut dibeli dari seberang dengan ukuran kecil.

Pembudidaya Kerang Darah, Husni mengatakan, bahwa ide budidaya kerang ini didapat dari Camat Singkep Selatan.

“Dengan memberi motivasi dan semangat, Alhamdulillah kami dapat menebar bibit kerang darah tersebut,” kata dia.

Husni yang merupakan salah seorang anggota kelompok nelayan Desa Marok Kecil ini menyebutkan, tujuan dari pembudidayaan kerang darah tersebut untuk menghindari kelangkaan.

Pasalnya, menangkap kerang darah merupakan salah satu sumber mata pencaharian masyarakat di sana.

Menurut Husni, budidaya kerang darah juga tak sulit, dan tak perlu perlakuan khusus.

Baca juga: Melihat Kehidupan Nelayan Lingga, Hasilkan Cuan dari Tangkap Kepiting Bakau

Baca juga: Panwascam Singkep Lingga Rekrut 83 Pengawas TPS, Berikut Syarat PTPS

Cukup menebar bibitnya di area tertentu dan menunggu masa panen.

“Budidaya kerang darah ini tidak perlu dikasih pakan karena hidupnya alami di laut dan ketika sudah masuk masa panen tinggal kita ambil,” ungkapnya, Kamis (28/12/2023).

Husni dan anggota kelompok nelayan lainnya ke depan berharap dukungan dari pemerintah dan pihak lainnya.

“Masih banyak kekurangan dari budidaya ini dan kami usahakan dengan modal yang secukupnya dan semoga nanti bisa mendapatkan hasil panen yang optimal,” harapnya.

Sementara itu, Camat Singkep Selatan, Encek Dody Kurniawan menilai, bahwa budidaya kerang darah ini sangat baik sekali, karena kerang yang ada di laut ini setiap musim tertentu sering diambil.

“Dan dikhawatirkan suatu saat kerang tersebut bisa menjadi langka, dengan melalui budidaya ini di harapkan ekosistem kerang bisa terjaga dan menjadi penguatan ketahanan pangan serta bisa mendorong ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Dia pun menuturkan, budidaya kerang ini bermodalkan usaha sendiri dari Husni dan kawan-kawan.

Ia menyambut baik uupaya budidaya kerang darah tersebut.

"Semoga dari budidaya ini bisa menumbuhkan tingkat ekonomi masyarakat di desa kami," imbuhnya. (*)

(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca berita lainnya di Google News 

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved