TANJUNGPINANG TERKINI
Pelantar Warna-warni Kampung Bugis Tanjungpinang Tanpa Perawatan
Pemerintah Kota Tanjungpinang menelusuri kondisi pelantar warna warni kampung bugis yang kondisinya memprihatinkan. Masuk ke program pusat
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Pemerintah Kota Tanjungpinang akan menelusuri aset Pelantar Warna-warni Kampung Bugis - Senggarang yang kondisinya memprihatinkan.
"Hal itu kita lakukan supaya pelantar Warna-warni Kampung Bugis - Senggarang itu mendapat perawatan. Soalnya PJ wali kota sedang melakukan pembenahan terhadap fasilitas kumuh cuma untuk pelantar warna-warni itu masih kami telusuri," kata Kepala Dinas PUPR Tanjungpinang Rusli belum lama ini.
Pelantar warna-warni Kampung Bugis - Senggarang itu awalnya dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman mengucurkan anggaran Rp34 miliar.
Proyek ini masuk dalam Program Kotaku dari pemerintah pusat.
Rusli juga menjelaskan, usai dibangun oleh kementerian PUPR kini aset pelantar warna-warni itu menjadi milik Pemerintah Kota Tanjungpinang.
"Sejak pertama kali diresmikan dan diserahkan kepada Pemko memang belum mendapat perawatan. Tapi dirinya berkomitmen untuk melakukan pembenahan di kawasan itu sesuai dengan program PJ Wali Kota Tanjungpinang membenahi kawasan kumuh," ungkapnya.
Baca juga: Jadwal Kapal Ferry Tanjungpinang per 12 Januari, MV Oceana ke Benan, Rejai, Jagoh pukul 11.00 WIB
Rusli juga menambahkan, bahwa sebelum dilakukan pembenahan terhadap Pelantar Warna-warni Kampung Bugis - Senggarang, pihaknya akan pelajari dan tindak lanjut apa yang harus dilakukan.
"Memang sekarang PJ Wali kota sedang berbenah untuk daerah-daerah yang kumuh jadi mudah - mudahan plantar kampung Bugis itu masuk jadi bagian yang di tata. Tapi hari ini kami belum sampai ke tahapan itu," tutupnya.
Perlu diketahui bahwa pelantar warna-warni Kampung Bugis-Sengarang kondisinya sekarang memprihatinkan, pelantar dipenuhi lumut dan ada genangan air.
Banyak pagar-pagar di pelantar itu yang hilang. Lampu penerang pelantar juga tidak berfungsi dengan baik.
Berapa titik pot yang seharusnya berisikan tanaman, terlihat kosong dan hanya berisikan genangan air dengan lumut dan sampah. Sejumlah tempat sampah juga penuh, usang, dan pecah-pecah. Pada malam hari tak ada penerangan yang memadai.(tribunbatam.di/alfandi)
Baca berita Tribun Batam lainnya di GOOGLE NEWS
| Anggota Satpolairud Polresta Tanjungpinang Evakuasi Penumpang KMP Sembilang di Pulau Karas |
|
|---|
| Komisi II DPRD Kepri Minta PDAM Tirta Kepri Teliti Verifikasi Lonjakan Tagihan Air di Tanjungpinang |
|
|---|
| Harga Sayur di Tanjungpinang Meroket, Pemko Sebut Dikarenakan Gagal Panen |
|
|---|
| Anak Luka Robek, Ayah Murka Hingga Mengamuk di IGD RSUD RAT, Kini Videonya Viral |
|
|---|
| Pemotor Alami Penurunan Kesadaran Usai Terlibat Kecelakaan dengan Mobil di Tanjungpinang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1201_Kepala-Dinas-PUPR-Tanjungpinang.jpg)