RAMADAN

Mengapa Ramadan juga Disebut Bulan Al Quran?

Muhammad Iqbal Azhari Lc. MAg dari MUI Batam menjelaskan, Bulan Ramadan memiliki banyak nama yang disematkan para ulama. Di antaranya bulan Al Quran

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM
Muhammad Iqbal Azhari Lc. MAg dari MUI Batam jelaskan terkait Ramadan Bulan Al Quran 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ramadan 1445 Hijriah atau 2024 Masehi tinggal sebentar lagi.

Ada baiknya kita mengingat kembali pengetahuan terkait Ramadan, berikut keutamaan lainnya.

Tidak lain tujuannya, agar ketika Ramadan datang, kita umat Muslim, benar-benar siap untuk memanfaatkan momen ini dengan meningkatkan ibadah, menjemput pahala sebanyak-banyaknya.

Karena bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh rahmat dan pengampuanan.

Baca juga: Bolehkah Bayar Utang Puasa Ramadan Digabung Puasa Rajab? Ini Kata Ustaz Abdul Somad

Muhammad Iqbal Azhari Lc. MAg, dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam pernah menyampaikan ceramah Ramadannya terkait Ramadan Bulan Al Quran, dalam rubrik kerjasama MUI Batam dan Tribun Batam.

Disampaikan, Bulan Ramadan sesungguhnya memiliki banyak nama seperti yang telah disematkan oleh para ulama.

Ada yang menyebut bahwa Bulan Ramadan ini dengan Syahr ash-Shiyam, ada juga yang menyebutnya dengan syahr al-Quran.


Dikatakan sebagai Syahr ash-Shiyam karena memang pada bulan ini kita semua umat muslim melaksanakan ibadah puasa.

"Oleh karena itu sudah seharusnyalah kita sebagai umat muslim untuk melaksanakan ibadah puasa ini dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga saja, tetapi puasa tersebut harus dimaknai dalam konteks kekinian.

Termasuk juga di dalamnya menahan segala macam bentuk tingkah laku yang tidak mendatangkan manfaat atau bahkan cenderung menyakiti orang lain.

"Yang kedua, Bulan Ramadan juga memiliki nama syahr al-Quran, yaitu bulan diturunkannya al-Quran. Tetapi, syahr al-Quran juga bisa memiliki makna lain yang tidak sebatas hanya bulan diturunkannya al-Quran, bisa bermakna banyak umat muslim di seluruh dunia membaca al-Quran," ujarnya.

Baca juga: Menuju Ramadan 2024, Hukum Berpuasa bagi Orang yang Hilang Akal, Wajib Qadha?

Allah berfirman dalam Surat al-Baqarah ayat 185: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

"Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved