Senin, 11 Mei 2026

RAMADAN

Cara Ganti Puasa Ramadan bagi Suami Istri yang Berhubungan pada Siang Hari

Selain wajib mengganti puasanya, suami istri yang berhubungan intim pada siang hari di bulan Ramadan juga dikenakan denda. Kafaratnya ada tingkatannya

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dewi Haryati
Suar.id
Ilustrasi berhubungan intim. Begini cara ganti puasa Ramadan bagi suami istri yang berhubungan intim di siang hari, di bulan Ramadan 

Artinya:

“Barangsiapa yang melakukan hubungan seks di siang hari Ramadhan secara sengaja di kemaluan, maka ia punya kewajiban menunaikan qadha’ dan kafarat. Bentuk kafaratnya adalah memerdekakan 1 orang budak beriman. Jika tidak didapati, maka berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu, maka memberi makan kepada 60 orang miskin yaitu setiap satu orang miskin mendapatkan 1 mud.”

Dengan demikian, urutan kafaratnya adalah memerdekakan seorang budak yang beriman.

Mengingat di era modern tidak lagi ada zaman perbudakan, maka kafaratnya adalah berpuasa dua bulan berturut-turut.

Jika tidak mampu juga, maka memberikan makan kepada 60 orang fakir miskin.

Dengan masing-masing orang mendapatkan 1 mud.

Adapun 1 mud sendiri adalah takaran sebesar cakupan dua telapak tangan orang dewasa.

Jika dikonversi dengan liter, maka satu mud makanan setara dengan sekitar 3/4 liter.

Hal tersebut satu di antaranya berdasarkan pendapat dari Syekh Wahbah Az-Zuhayli yang berbunyi:

والمد حفنة ملء اليدين المتوسطتين

Artinya:

“Satu mud adalah cakupan penuh dua telapak tangan pada umumnya,” (Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh).

Hadist Tentang Kafarah Hubungan Suami Istri di Bulan Ramadan

Keterangan terkait dengan kafarat yang ditetapkan kepada orang yang batal puasa akibat berhubungan suami istri di siang hari saat bulan Ramadan, satu di antaranya ada pada keterangan hadist Rasulullah SAW dari Abu Hurairah yang berbunyi:

بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكْتُ . قَالَ « مَا لَكَ » . قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِى وَأَنَا صَائِمٌ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا » . قَالَ لاَ . قَالَ « فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ » . قَالَ لاَ . فَقَالَ « فَهَلْ تَجِدُ إِطْعَامَ سِتِّينَ مِسْكِينًا » . قَالَ لاَ . قَالَ فَمَكَثَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – ، فَبَيْنَا نَحْنُ عَلَى ذَلِكَ أُتِىَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِعَرَقٍ فِيهَا تَمْرٌ – وَالْعَرَقُ الْمِكْتَلُ – قَالَ « أَيْنَ السَّائِلُ » . فَقَالَ أَنَا . قَالَ « خُذْهَا فَتَصَدَّقْ بِهِ » . فَقَالَ الرَّجُلُ أَعَلَى أَفْقَرَ مِنِّى يَا رَسُولَ اللَّهِ فَوَاللَّهِ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا – يُرِيدُ الْحَرَّتَيْنِ – أَهْلُ بَيْتٍ أَفْقَرُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِى ، فَضَحِكَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ ثُمَّ قَالَ « أَطْعِمْهُ أَهْلَكَ »

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved