RAMADAN

Mengenal Sejarah Puasa Ramadan Beserta Keutamaannya

Berikut sejarah puasa Ramadan. Nabi Nuh AS menjadi orang pertama yang berpuasa pada bulan Ramadan sebagai tanda syukurnya kepada Allah SWT

|
Editor: Dewi Haryati
Freepik.com
PUASA RAMADAN - Ilustrasi. Berikut sejarah puasa Ramadan 

TRIBUNBATAM.id - Ramadan 2024 tinggal sebentar lagi, perkiraannya jatuh pada Maret mendatang.

Di bulan Ramadan, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa.

Nah, ada baiknya sebagai Muslim kita mengulang kembali pengetahuan terkait sejarah puasa Ramadan, sebelum Ramadan 1445 Hijriah datang.

Adapun puasa Ramadan termasuk rukun Islam setelah mengucap dua kalimat syahadat dan mendirikan salat.

Baca juga: Daftar Sembilan Peluang Bisnis di Bulan Ramadan yang Menjanjikan, Silakan Dicoba

Kewajiban berpuasa telah lama ada sebelum zaman kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari laman mtsmu2bakid.sch.id, berikut sejarah puasa Ramadan yang dijelaskan Waka Kurikulum MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Lumajang Husen dalam podcast Ramadan 2023 lalu.

Informasi terkait sejarah puasa Ramadan ini juga dikutip TribunBatam.id dari berbagai sumber lainnya.

Menurut Imam al-Qurthubi seperti yang dikutip dalam buku “Misteri Bulan Ramadhan” karya Yusuf Burhanudin menyebut, Nabi Nuh AS adalah orang pertama yang berpuasa pada bulan Ramadan.

Nabi Nuh melakukan puasa itu setelah turun dari bahteranya, setelah badai menghantam negeri kaumnya.

Puasa pada zaman Nabi Nuh dilakukan sebagai tanda syukur kepada Allah SWT atas keselamatan dirinya dan kaumnya dari badai dan banjir.

Adapun sejarah kewajiban puasa Ramadan saat ini tidak terlepas dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah.

Kala itu Rasulullah melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada 10 Muharram.

Mereka berpuasa sebagai bentuk syukur karena Allah telah menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya dari serangan Firaun.

Perintah Puasa Ramadan

Sebelum turunnya ayat Al Quran yang mewajibkan puasa Ramadan, umat Islam biasanya berpuasa wajib pada tanggal 10 Muharram atau yang dikenal dengan hari Asyura.

Awalnya, siapa pun yang ingin berpuasa boleh melakukannya, dan siapa pun yang ingin membatalkan puasanya diperbolehkan dan hanya perlu menggantinya dengan memberi makan orang miskin.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved