PILPRES 2024

Janji Prabowo Subianto saat Debat Capres Realisasikan Progam Anies dan Ganjar

Prabowo Subianto dalam debat capres Minggu (4/2) malam mendukung program Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo untuk sektor pendidikan dan kesejahteraan.

IST
DEBAT CAPRES - Capres Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo akan mengikuti debat capres kelima malam ini. Prabowo Subianto berjanji merealisasikan beberapa program Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo jika terpilih menjadi Presiden RI pada Pilpres 2024. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 2 pada Pilpres 2024, Prabowo Subianto mendukung program Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo saat debat capres terakhir di Jakarta, Minggu (5/2/2024) malam.

Dalam debat capres di JCC, Prabowo Subianto mendukung gagasan calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan untuk mengajak pulang profesor Indonesia yang bekerja di luar negeri kembali pulang ke Indonesia.

Dalam debat capres kelima itu, awalnya Prabowo Subianto bertanya kepada Anies Baswedan apakah dia setuju dengan rencana Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming memberikan beasiswa kepada 10 ribu lulusan SMA untuk belajar kedokteran, sains dan lain-lain ke luar negeri.

Anies Baswedan kemudian menjawab, untuk meningkatkan kompetensi, dia setuju.

Namun, harus dilihat apa yang menjadi urgensinya.

Calon presiden Republik Indonesia nomor urut 01 itu menyebut jika harus dikirim ke luar negeri, tak masalah.

Tetapi jika ternyata sebaliknya, di mana profesornya yang di bawa ke Indonesia juga tidak masalah.

Prabowo Subianto setuju dengan rencana Anies Baswedan itu.

"Saya setuju juga mengundang profesor-profesor untuk mengajar di kita," katanya dalam acara debat calon presiden di JCC Senayan Jakarta, Minggu (4/2/2024).

Ia kemudian menegaskan kembali urgensi programnya memberi beasiswa 10 ribu lulusan SMA untuk belajar kedokteran, sains, dan lain-lain di luar negeri.

Dia bilang, saat ini data menunjukkan Indonesia kekurangan 140 ribu dokter.

Prabowo Subianto mencontohkan rumah sakit di Atambua, Nusa Tenggara Timur yang hanya memiliki satu orang dokter, padahal harusnya ada 16 dokter.

"Sebagai contoh di Atambua ada satu rumah sakit yang seharusnya ada 16 dokter, dokternya hanya satu orang," ujar Prabowo Subianto.

Baca juga: Ganjar Pranowo Sindir Bansos saat Debat Capres, Puan Maharani Bela Presiden Jokowi

Karena hal itu, dokter di Atambua tersebut kewalahan karena harus melayani tiga kabupaten. Prabowo menyebut, pemerintah harus mengambil tindakan-tindakan yang cukup darurat.

"Untuk itu, menurut kami, kita harus ambil langkah-langkah berani mengirim sebanyak mungkin (lulusan SMA ke luar negeri)," tuturnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved