Jumat, 1 Mei 2026

RAMADAN

Ramadan di Australia, WNI Bagikan Pengalaman Puasa Perdana: Perlu Adaptasi Waktu

Inilah pengalaman Nadhira Aisyah Arrin, WNI saat jalani puasa Ramadan di Australia pada 2022 lalu. Ia merasakan kemudahan cari makanan halal di sana

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
Ilham Bintang untuk Wartakotalive.com
RAMADAN DI AUSTRALIA - Potret Masjid Raya Melbourne Australia yang menjadi masjid terbesar di Ibu Kota negara bagian Victoria, Australia. Warga Negara Indonesia bagikan pengalamannya jalani puasa Ramadan di Australia pada Ramadan 2022 lalu 

Tak mau salah waktu lagi, Arrin pun menggunakan bantuan aplikasi, seperti Muslim Pro, untuk mengetahui jadwal masing-masing waktu sahur, berbuka, dan waktu shalat lainnya.

"Biasanya dari Muslim Centre mereka nyebarin selebaran jadwal Imsak. Jadi selain aplikasi, aku pakai itu juga. Jadi mencocokkan yang waktunya lebih dekat sama kertas tadi," jelas Arrin.

Rasakan Kemudahan Berpuasa di Australia

Di sisi lain, Arrin menemukan cukup banyak kemudahan dan kebersamaan selama Ramadan di Australia.

Arrin bercerita, cukup banyak masjid atau lembaga muslim di Melbourne yang menyediakan hidangan buka bersama layaknya di Indonesia.

"Jadi habis iftar, sering bungkusin makanan atau dari masjid udah disiapin paketnya. Satu kotak bisa buat beberapa kali makan. Kalau bukber paling weekend," tuturnya.

Pun dalam mencari makanan halal untuk buka puasa dan sahur.

Ia menyebut, cukup banyak tempat yang menyediakan makanan halal di Melbourne, walaupun tak semurah di Indonesia.

"Cukup muslim friendly. Dari segi makanan lebih gampang ditemuin. Lebih aman, yang halal banyak, hewan-hewan enggak dimasukin sembarangan," katanya.

Menurutnya, Pemerintah Australia cukup banyak menyediakan restoran halal dan ramah Muslim.

Baca juga: Lima Etika Bermedia Sosial dalam Islam, Persiapan Sambut Ramadan 2024

"Kalau restoran (halal) di negara lain identiknya sama Turki atau India. Sedangkan di sini lebih banyak variasi restoran halal dari Korea, Thailand, dan lainnya," ujar Arrin.

Ya, sebelum Ramadan Arrin juga sudah melakukan antisipasi dengan menyiapkan stok bahan-bahan makanan.

Ia tinggal di apartemen bersama beberapa temannya. Terkadang mereka melakukan buka puasa bersama.

Jika masak bersama, biaya yang dikeluarkan akan lebih murah, misalnya mulai dari 10 dollar Australia (sekitar Rp 107.000) untuk beberapa kali makan.

Sementara itu, biaya untuk delivery atau makan di tempat mulai dari 15-30 dollar Australia (Rp 160.000-Rp 321.000).

Tak hanya itu, kemudahan juga ia rasakan dari kampusnya. Arrin menjelaskan bahwa dengan mendaftarkan diri, mahasiswa yang berpuasa bisa mendapatkan makanan berbuka gratis pada hari tertentu dengan kuota khusus.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved