Jumat, 1 Mei 2026

RAMADAN

Ramadan di Australia, WNI Bagikan Pengalaman Puasa Perdana: Perlu Adaptasi Waktu

Inilah pengalaman Nadhira Aisyah Arrin, WNI saat jalani puasa Ramadan di Australia pada 2022 lalu. Ia merasakan kemudahan cari makanan halal di sana

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
Ilham Bintang untuk Wartakotalive.com
RAMADAN DI AUSTRALIA - Potret Masjid Raya Melbourne Australia yang menjadi masjid terbesar di Ibu Kota negara bagian Victoria, Australia. Warga Negara Indonesia bagikan pengalamannya jalani puasa Ramadan di Australia pada Ramadan 2022 lalu 

TRIBUNBATAM.id - Simak pengalaman Warga Negara Indonesia (WNI) menjalani puasa perdana Ramadan di Australia.

Pengalaman berpuasa di negeri asing bisa dijadikan pengetahuan bagi warga Indonesia lainnya, apalagi Ramadan 2024 semakin dekat.

Diketahui, lama waktu berpuasa di setiap negara berbeda-beda tergantung porsi matahari yang didapat.

Ada umat Islam yang menjalankan ibadah puasa Ramadan selama 20 jam sehari, ada juga di bawah itu.

Baca juga: Rekomendasi 5 Radio Online Batam untuk Mengetahui Waktu Buka Puasa saat Ramadan

Di Indonesia, durasi waktu berpuasa dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari rata-rata 13 jam-an. Bagaimana di Australia?

Hampir sama dengan Indonesia, muslim di Australia menjalankan ibadah puasa dengan durasi rata-rata 13 jam-an.

Tentunya bagi yang menjalankan ibadah puasa Ramadan di negara asing butuh adaptasi. Apalagi bagi yang baru pertama kali.

Cerita inilah yang dibagikan Nadhira Aisyah Arrin, akrab disapa Arrin, saat menjalani puasa Ramadan di Australia, tepatnya di Melbourne, ibu kota negara bagian Victoria pada 2022 lalu.

Saat itu Arrin baru mulai menempuh pendidikan S2-nya di jurusan Media Communication, The University of Melbourne.

Ia mengakui sempat alami kesulitan kecil saat puasa di negeri Kangguru karena waktunya yang sering berubah.

"Di sini ada namanya Daylight Saving Time (DST). Jadi waktunya bertambah karena winter (musim dingin), siangnya lebih pendek. Misalnya pas bulan Maret, waktu Isya bisa jam 10 malam, padahal kalau tidak DST, waktu Isya jam 8," kata Arrin dikutip dari Kompas.com, Kamis (8/2/2024).

Akibat pergeseran waktu saat Daylight Saving Time yang tidak menentu, Arrin pernah salah waktu untuk makan sahur.

Ia memberi contoh tanggal 2 April 2022 saat ia mulai berpuasa, DST masih berlaku, sehingga azan subuh pukul 6 pagi dan maghrib pukul 7 malam.

Namun, DST berakhir pada tanggal 3 April 2022. Artinya waktu sahur dan berbuka hampir sama dengan di Indonesia, yaitu subuh pukul 5 pagi dan maghrib pukul 6 petang.

"Di tanggal 3 itu, aku sempat salah waktu. Jadi harusnya selesai sahur jam 5 pagi, aku kira masih sampai jam 6. Jadi aku udah selesai makan jam setengah 6, eh baru sadar," ujarnya sembari tertawa kecil.

Baca juga: Keutamaan Muhasabah Diri di Bulan Ramadan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved