Jumat, 10 April 2026

Melihat Kecanggihan Tank Amfibi Arisgator Batalyon Inf 136/Tuah Sakti Batam

Inilah kecanggihan tank amfibi Arisgator milik Batalyon Inf 136/Tuah Sakti Batam sebagai aset menjaga teritorial Indonesia di perbatasan Kepri

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Aminuddin
TANK AMFIBI - Tank Amfibi Arisgator milik Batalyon Infanteri 136/Tuah Sakti, Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepulauan Riau (Kepri) merupakan wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan menjadi pintu depan negara Indonesia.

Untuk menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengandalkan berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista). Salah satunya adalah tank amfibi Arisgator yang merupakan salah satu alat tempur canggih milik TNI Angkatan Darat.

Tribunbatam.id berkesempatan melihat lebih dekat tank Amfibi Arisgator yang belum lama ini dihadirkan oleh Batalyon Infanteri 136/Tuah Sakti di Alun-alun Engku Putri Batam Center.

Sekadar informasi, Batalyon Infanteri Tuah Sakti, satuan di bawah kendali Korem 033/Wira Pratama, Kodam I/Bukit Barisan.

Baca juga: Tim Mabes TNI AD Temui Sekdako Batam Jefridin Bahas Kondisi Hutan Mangrove

Wadam Batalyon Infanteri 136/Tuah Sakti Batam, Mayor Nuzul Ansri mengungkapkan, tank amfibi Arisgator merupakan aset strategis dalam menjaga teritorial Indonesia di tanah perbatasan Kepri.

"Saat ini ada empat unit tank amfibi Arisgator yang ada di Provinsi Kepri," kata Mayor Nuzul Ansri.

Dilansir dari laman resmi TNI AD, Arisgator merupakan modifikasi dari tank lapis baja M113 buatan sebuah perusahaan asal Italia bernama ARIS (Applicazioni Rielaborazioni Impianti Speciali). Arisgator didesain khusus sebagai kendaraan pendarat amfibi yang handal, baik di darat maupun di laut.

Mayor Nuzul Ansri mengungkapkan, Arisgator mampu melaju hingga kecepatan 64 km/jam di darat. Sementara di air, dengan bantuan dua baling-baling besar sebagai penggerak, Arisgator bisa melaju hingga 6 knot atau sekitar 11 km/jam.

"Arisgator dibekali senjata berupa SMB (senjata mesin berat) atau SMS (senjata mesin ringan) dengan kaliber 12,7," ujarnya.

TANK AMFIBI - Tank Amfibi Arisgator milik Batalyon Infanteri 136/Tuah Sakti, Batam
TANK AMFIBI - Tank Amfibi Arisgator milik Batalyon Infanteri 136/Tuah Sakti, Batam (Tribunbatam.id/Aminuddin)


Tank memiliki kemampuan unik untuk mengangkut 10 personel dan dilengkapi senjata untuk posisi menembak saat terjadi pertempuran.

Menariknya, meskipun memiliki bobot fisik yang cukup berat, sekitar 11 ton, Arisgator tetap bisa mengapung di air.

Tank Amfibi Arisgator memiliki peran strategis dalam operasi infiltrasi. Memungkinkan pasukan untuk masuk ke daerah yang sulit dijangkau alat transportasi konvensional.

Mayor Nuzul Ansri menjelaskan, Arisgator bisa digunakan untuk infiltrasi pasukan melalui darat maupun perairan dalam situasi genting dan terputusnya komunikasi.

"Katakanlah ada musuh di daerah A, sedangkan kita diperintahkan komando atas untuk melakukan penyerangan, kita bisa menggunakan infiltrasi melalui tank ini, mungkin pada saat itu situasi genting dan segala macam, komunikasi terputus, kemudian alat transportasi kapal sulit misalkan sudah dihancurkan musuh, inilah Arisgator ini bisa dipakai untuk menyeberang ke daerah A untuk infiltrasi pasukan," katanya.

Arisgator sendiri pernah diuji coba sekali di bawah Jembatan Barelang untuk melihat kemampuannya. Hasilnya cukup handal di lapangan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved