Melihat Kecanggihan Tank Amfibi Arisgator Batalyon Inf 136/Tuah Sakti Batam
Inilah kecanggihan tank amfibi Arisgator milik Batalyon Inf 136/Tuah Sakti Batam sebagai aset menjaga teritorial Indonesia di perbatasan Kepri
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepulauan Riau (Kepri) merupakan wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan menjadi pintu depan negara Indonesia.
Untuk menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengandalkan berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista). Salah satunya adalah tank amfibi Arisgator yang merupakan salah satu alat tempur canggih milik TNI Angkatan Darat.
Tribunbatam.id berkesempatan melihat lebih dekat tank Amfibi Arisgator yang belum lama ini dihadirkan oleh Batalyon Infanteri 136/Tuah Sakti di Alun-alun Engku Putri Batam Center.
Sekadar informasi, Batalyon Infanteri Tuah Sakti, satuan di bawah kendali Korem 033/Wira Pratama, Kodam I/Bukit Barisan.
Baca juga: Tim Mabes TNI AD Temui Sekdako Batam Jefridin Bahas Kondisi Hutan Mangrove
Wadam Batalyon Infanteri 136/Tuah Sakti Batam, Mayor Nuzul Ansri mengungkapkan, tank amfibi Arisgator merupakan aset strategis dalam menjaga teritorial Indonesia di tanah perbatasan Kepri.
"Saat ini ada empat unit tank amfibi Arisgator yang ada di Provinsi Kepri," kata Mayor Nuzul Ansri.
Dilansir dari laman resmi TNI AD, Arisgator merupakan modifikasi dari tank lapis baja M113 buatan sebuah perusahaan asal Italia bernama ARIS (Applicazioni Rielaborazioni Impianti Speciali). Arisgator didesain khusus sebagai kendaraan pendarat amfibi yang handal, baik di darat maupun di laut.
Mayor Nuzul Ansri mengungkapkan, Arisgator mampu melaju hingga kecepatan 64 km/jam di darat. Sementara di air, dengan bantuan dua baling-baling besar sebagai penggerak, Arisgator bisa melaju hingga 6 knot atau sekitar 11 km/jam.
"Arisgator dibekali senjata berupa SMB (senjata mesin berat) atau SMS (senjata mesin ringan) dengan kaliber 12,7," ujarnya.
Tank memiliki kemampuan unik untuk mengangkut 10 personel dan dilengkapi senjata untuk posisi menembak saat terjadi pertempuran.
Menariknya, meskipun memiliki bobot fisik yang cukup berat, sekitar 11 ton, Arisgator tetap bisa mengapung di air.
Tank Amfibi Arisgator memiliki peran strategis dalam operasi infiltrasi. Memungkinkan pasukan untuk masuk ke daerah yang sulit dijangkau alat transportasi konvensional.
Mayor Nuzul Ansri menjelaskan, Arisgator bisa digunakan untuk infiltrasi pasukan melalui darat maupun perairan dalam situasi genting dan terputusnya komunikasi.
"Katakanlah ada musuh di daerah A, sedangkan kita diperintahkan komando atas untuk melakukan penyerangan, kita bisa menggunakan infiltrasi melalui tank ini, mungkin pada saat itu situasi genting dan segala macam, komunikasi terputus, kemudian alat transportasi kapal sulit misalkan sudah dihancurkan musuh, inilah Arisgator ini bisa dipakai untuk menyeberang ke daerah A untuk infiltrasi pasukan," katanya.
Arisgator sendiri pernah diuji coba sekali di bawah Jembatan Barelang untuk melihat kemampuannya. Hasilnya cukup handal di lapangan.
| PKB Batam Panaskan Mesin Partai Menjelang Muscab 2026 |
|
|---|
| Jasad Wanita dan Bayi Dalam Indekos di RS Bhayangkara Batam, Belum Ada Keluarga yang Datang |
|
|---|
| Pemko Batam Kaji Ketat Kebijakan WFH bagi ASN, Amsakar Tekankan Aspek Efisiensi |
|
|---|
| Ayah Kandung di Batam Buat Asusila Hingga Tega Jual Putrinya ke Pria Hidung Belang Lewat Medsos |
|
|---|
| Ari-ari Masih Menempel pada Jasad Bayi Laki-laki Dalam Lemari Pakaian di Indekos Batuaji Batam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/09022024tank-amfibi1.jpg)