PEMILU 2024

Warga Binaan Lapas Dabo Gunakan Hak Suara pada Pemilu 2024 di Lingga

Tercatat jumlah warga binaan yang berada di dalam Lapas Dabo Singkep sebanyak 94 orang dengan rincian narapidana sebanyak 82 orang dan tahanan 12 oran

Penulis: Febriyuanda | Editor: Eko Setiawan
istimewa untuk Tribun Batam
Kondisi di Lapas Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri saat hari pencoblosan Pemilu, Rabu (14/2/2024) 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA-Pencoblosan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berlangsung kondusif dan tertib.

Terlihat saat warga binaan memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) TPS 901 Lapas Dabo Singkep, Rabu (14/2/2024).

Untuk di ketahui, tercatat jumlah warga binaan yang berada di dalam Lapas Dabo Singkep sebanyak 94 orang dengan rincian narapidana sebanyak 82 orang dan tahanan 12 orang.

Untuk jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya di TPS khusus 901 Lapas Dabo Singkep sebanyak 98 orang, terdiri dari narapidana, tahanan dan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Terdapat 49 orang terdaftar dalam DPT dan 49 DPTb, total pemilih di TPS khusus 901 Lapas Dabo Singkep sebanyak 98 orang, termasuk petugas KPPS,” kata Kepala Lapas Dabo, Jaka Putra Manurung.

Adapun pembagian jumlah surat suara disesuaikan dengan aturan yang berlaku, dengan mayoritas pemilih menggunakan 5 atau 4 kertas suara.

Secara demografi, mayoritas pemilih di TPS khusus 901 Lapas Dabo Singkep adalah pria dengan jumlah 95 orang, sementara pemilih wanita tercatat sebanyak 3 orang.

Baca juga: Hasil Perolehan Suara Pilpres di Kepri, Data KPU 14 Februari Pukul 21:00:17 WIB

Baca juga: Warga di Bintan Senang Dapat Ilmu Baru Soal Kewirausahaan

Dia berharap, suara dari warga binaan ini dapat turut serta memengaruhi arah demokrasi negara, serta memberikan kontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik di masa depan.

Menurutnya, warga binaan yang menggunakan hak pilihnya di TPS khusus 901 Lapas Dabo Singkep sesuai dengan hati nurani mereka, tanpa adanya campur tangan atau intervensi dari pihak manapun.

“Tadi didampingi pengamanan dari Personil Polres Lingga dan Linmas sehingga berjalan dengan tertib,” kata Jaka.

Dijelaskan Jaka, untuk tata cara pencoblosan di Lapas sama saja seperti pada umumnya hanya saja pihaknya menggunakan sistem antrian buka tutup kamar.

“Karena warga binaan harus diutamakan keamanannya sehingga kamar dibuka satu persatu,” tambahnya. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

 

Baca berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved