PEMILU 2024
Apa Itu Silent Majority? Ramai Dibicarakan saat Pemilu 2024
Istilah silent majority mulai dibahas setelah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinyatakan unggul dalam quick count sementara Pemilu 2024.
TRIBUNBATAM.id - Istilah silent majority belakangan ramai dibahas setelah Pemilu 2024.
Istilah silent majority mulai bermunculan setelah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinyatakan unggul dalam quick count sementara.
Warganet ramai membahas istilah silent majority di platform X (dulu Twitter).
Mereka menyebut silent majority menjadi salah satu kekuatan Prabowo-Gibran dalam memenangkan Pilpres 2024 satu putaran.
Lantas, apa itu silent majority?
Berikut Tribun Batam ulas arti dan sejarah istilah silent majority.
Baca juga: VIRAL Surat Suara Pemilu 2024 Tempat Kaesang Pangarep Nyoblos Tertulis MALING
Arti Silent Majority
Secara istilah, silent majority memiliki beberapa arti dan presepsi yang sebenarnya mirip.
Menurut Collins Dictionary, silent majority adalah sebutan bagi masyarakat atau kelompok tertentu yang memiliki pendapat berbeda dengan masyarakat pada umumnya.
Sementara Cambridge Dictionary menyebut, silent majority artinya sejumlah besar orang yang belum menyatakan pendapat tentang sesuatu.
Hal itu bisa disebabkan karena mereka kurang percaya diri untuk mengemukakan pendapat yang berbeda itu.
Bisa disimpulkan silent majority adalah sekelompok orang dalam jumlah banyak (mayoritas) yang diam dan tidak blak-blakan terkait pendapat mereka.
Silent majority juga bisa disebut dengan mayoritas yang diam.
Mereka tak banyak mengungkapkan pendapat, namun melakukan aksi nyata atas pilihan mereka.
Pada Pemilu 2024, pasangan Prabowo-Gibran disebut memiliki kekuatan dan dukungan silent majority yang cukup besar.
Pendukung paslon 02 tak banyak bicara di media sosial.
Namun, mereka melakukan aksi nyata dengan memberikan suaranya untuk paslon 02 di Pemilu 2024.
Hal itulah yang membuat perolehan suara paslon 02 meroket di luar prediksi banyak pihak.
Baca juga: Deretan Artis Nyoblos di Luar Negeri saat Pemilu 2024
Asal-usul dan sejarah istilah Silent Majority
Kendati cenderung kerap dibicarakan saat momen Pemilu, istilah silent majority ternyata sudah ada sejak dulu.
Melansir situs Political Dictionary, istilah silent majority pertama kali digunakan secara politis oleh Warren Harding.
Dia mengungkapkan istilah silent majority dalam kampanyenya pada 1919 silam.
Pada 1960-an, istilah silent majority kembali mendapat banyak perhatian.
Kala itu, istilah silent majority digunakan oleh
Lalu, pada tahun 1960-an, istilah silent majority mendapatkan perhatian karena digunakan oleh Presiden ke-37 Amerika Serikat, Richard Nixon.
Dia menggunakan istilah silent majority untuk menambah semangat para pemilih yang mungkin belum memilih karena merasa tidak puas terhadap pemilu.
Pada tahun 1969, Nixon memakai istilah tersebut saat berpidato untuk menarik sejumlah pemilih yang mendukungnya.
Secara umum, istilah silent majority mengacu pada masyarakat dalam kelompok besar yang menyatakan dukungannya secara terang-terangan.
Mereka memilih untuk menjaga pendapat mereka dengan tidak mengungkapkan dukungannya secara terbuka.
Baca juga: Deretan Artis Pamer Jari Bertinta Ungu usai Nyoblos di Pemilu 2024
Umumnya, kelompok silent majority ini justru punya kekuatan besar untuk menentukan hasil Pemilu.
Sebab, kelompok ini cenderung memiliki jumlah besar dan berpeluang mewakili suara mayoritas yang diam.
(TRIBUNBATAM.id)
Baca berita Tribun Batam lainnya di Google News
Daftar Anggota DPRD Kepulauan Riau Peiode 2024-2029 |
![]() |
---|
Anggota DPRD Kepri Terpilih Hasil Pemilu 2024 Akan Dilantik 9 September Ini |
![]() |
---|
20 Anggota DPRD Natuna Terpilih Akan Dilantik 2 September 2024 |
![]() |
---|
KPU Sebut Semua Anggota DPRD Natuna Terpilih sudah Serahkan LHKPN |
![]() |
---|
Baru Tujuh Anggota Dewan Terpilih Serahkan Tanda Terima LHKPN ke KPU Natuna |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.