Jumat, 24 April 2026

6 Jenis Kanker yang Perlu Diwaspadai Perempuan, Salah Satunya Kanker Sarkoma

Kanker Sarkoma baru-baru ini diderita oleh aktris Alice Norin, ketahui 5 jenis kanker lainnya yang perlu diwaspadai oleh perempuan.

freepik.com
Kanker Sarkoma baru-baru ini diderita oleh aktris Alice Norin, ketahui 5 jenis kanker lainnya yang perlu diwaspadai oleh perempuan. 

TRIBUNBATAM.id - Ketahui jenis kanker yang perlu diwaspadai perempuan, salah satunya kanker sarkoma.

Baru-baru ini, aktris Alice Norin mengungkap penyakit kanker sarkoma yang ia derita.

Melansir Instagram @alicenorin, Alice mengunggah video yang menjelaskan soal penyakit yang dideritanya kini.

Berawal dari miom di rahim Alice Norin yang tak dioperasi lantaran tak mengganggu.

Istri Alvin Yudhapatria itu kemudian mengaku mengalami sakit pada perut bagian bawah pada Desember 2023 lalu.

Alice Norin pun langsung memeriksakan sakit itu sekaligus berniat untuk mengangkat miom yang ia derita.

Baca juga: Kenali Kanker Sarkoma yang Diidap Alice Norin, Faktor Penyebab dan Gejalanya

Namun kenyataan berkata lain saat dokter mengatakan bahwa Alice Norin mengidap kanker sarkoma.

Nampaknya kanker itu juga disebabkan karena faktor genetik dari sang mama yang meninggal karena sakit kanker.

Kanker sarkoma sendiri merupakan kanker langka yang terdeteksi di otot rahim.

Jenis kanker itu perlu diwaspadai oleh para perempuan, termasuk 5 jenis kanker lainnya.

Berikut TribunBatam.id sajikan jenis kanker yang perlu diwaspadai perempuan.

Kanker yang Perlu Diwaspadai Perempuan

Kanker Serviks

Kanker serviks memiliki gejala umum berupa pendarahan vagina, nyeri saat berhubungan seksual, keputihan, sakit punggung, kehilangan nafsu makan dan lainnya.

Karena kanker serviks sangat dapat disembuhkan, diagnosis dan pengobatan pada tahap awal sangat dianjurkan.

Tes skrining kanker serviks, seperti pap smear dapat mendeteksi perubahan seluler di serviks, yang berpotensi menyebabkan kanker.

Baca juga: Alice Norin Kena Kanker Sarkoma, Harus Angkat Rahim hingga Menopause Dini

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah jenis kanker non kulit yang paling umum.

Gejala kanker payudara yang paling umum adalah benjolan di payudara, perubahan pada kulit payudara, keluarnya cairan dari puting, pembengkakan di bawah lengan dan leher.

Meskipun kondisi ini dapat terjadi pada semua usia, tingkat risiko umumnya meningkat saat bertambahnya usia.

Tes skrining kanker payudara seperti mammogram dan ultrasound dapat membantu mendeteksi sel prakanker dan kanker pada wanita yang tidak memiliki gejala.

Kanker Rahim (Endometrium)

Kanker endometrium atau rahim adalah pertumbuhan cepat sel-sel di endometrium (lapisan rahim).

Faktor risiko utama yang terkait dengan kanker rahim adalah menopause, obesitas, diabetes, estrogen tanpa lawan, dan hipertensi.

Tidak ada tes skrining rutin yang tersedia untuk mendeteksi kanker rahim pada wanita yang tidak memiliki gejala.

Kanker Sarkoma

Sarkoma jaringan lunak merupakan kondisi langka dimana sel kanker bermula dari jaringan lunak pada tubuh.

Sedangkan jaringan lunak sendiri merupakan jaringan yang menghubungkan struktur dan organ tubuh manusia.

Jaringan yang dimaksud adalah lemak, otot, pembuluh darah, saraf, tendon dan lapisan pada tulang sendi.

Gejala sarkoma jaringan lunak bisa dirasakan oleh pengidap berupa benjolan atau pembengkakan dan rasa sakit jika sampai menekan saraf atau bagian otot.

Pada umumnya, kanker yang terjadi pada sarkoma jaringan lunak akibat mutasi yang dialami oleh DNA di dalam sel, sehingga berkembang di luar kendali.

Kanker Ovarium

Jenis kanker ini biasanya menyerang wanita setelah usia 55 tahun.

Belum ada metode skrining yang terbukti cukup andal dalam mendeteksi kanker ovarium.

Cara terbaik untuk mendeteksi kanker ovarium adalah dengan memahami faktor risiko seperti riwayat keluarga atau gen, angka kelahiran rendah, menstruasi pertama lebih awal, menopause terlambat dan lainnya.

Kanker Tiroid

Kanker tiroid adalah kanker pada kelenjar tiroid.

Menurut National Cancer Institute, kemungkinan terkena kanker tiroid pada perempuan tiga kali lebih banyak daripada pria.

Kanker tiroid terutama terjadi bila ada mutasi genetik pada sel tiroid di mana penyebab pasti dari mutasi atau perubahan faktor DNA masih belum diketahui.

Melakukan pemeriksaan leher yang dilakukan oleh seorang profesional medis dapat membantu meningkatkan kemungkinan deteksi dini.

(Tribunbatam.id/Cahyanti Nawangsari)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved