Senin, 20 April 2026

Kisah Penyintas Kanker Payudara, Quek Choon Yen Berbagi Kisah Berjuang Melawan Kanker

Quek Choon Yen membagikan semangat, harapan, dan inspirasi dari diagnosis tak terduga hingga bangkit menjadi penyintas kanker payudara.

Istimewa untuk Tribun Batam
MALAYSIA - Quek Choon Yen, pemasaran wisata kesehatan berobat ke rumah sakit yang terkenal di Malaysia, Mahkota Medical Melaka dan Regency Specialist Hospital Johor Bahru saat jalani pengobatan. Ia berbagi kisahnya berjuang melawan kanker payudara. 

Bukan Akhir, Tapi Awal Baru: Kisah Seorang Penyintas Kanker Payudara

TRIBUNBATAM.id, MALAYSIA - Nama saya Quek Choon Yen.

Saya bekerja sebagai pemasaran wisata kesehatan berobat ke rumah sakit yang terkenal di Malaysia, Mahkota Medical Melaka dan Regency Specialist Hospital Johor Bahru. 

Puluhan tahun saya mempromosikan dan menyajak orang untuk melakukan MCU. Tetapi…

Saya tidak pernah terlintas dalam benak saya bahwa sebuah pemeriksaan kesehatan rutin akan menjadi titik awal dari babak baru dalam hidup saya.

Saya datang ke Regency Medical Care Centre, Midvalley Southkey Johor Bahru tanpa keluhan apa pun, hanya ingin memastikan semuanya baik-baik saja.

Tapi saat dokter memeriksa fisik pada payudara, ia menemukan sesuatu—sebuah benjolan kecil, yang terasa asing dan mencurigakan.

Baca juga: Mahkota Medical Centre Luncurkan Kartu Health and Leisure Eksklusif untuk Pasien Indonesia

“Saya tidak merasakan apa-apa. Tapi dokter MCU merasakan ada benjolan saat cek manual.

Selepas itu saya langsung ke dokter spesialis payudara untuk pemeriksaan lanjut.

Hari ketika diagnosis kanker payudara diberikan, adalah hari ketika dunia seakan berhenti berputar.

Rasanya campur aduk—takut, bingung, sedih. Saya sempat tidak percaya.

Tapi akhirnya saya mencoba menerima dan memilih untuk fokus pada proses pengobatan.

Perjuangan itu pun dimulai.

Baca juga: RS Spesialis REGENCY dan Mahkota Medical Centre Bermitra dengan PSMTI Karimun Inisiatif CSR Bermakna

Ia menjalani serangkaian prosedur medis: dari operasi, kemoterapi, dan radioterapi.

Dari semuanya, kemoterapi adalah yang paling berat.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved