Jumat, 10 April 2026

Cara Budidaya Jamur Tiram di Batam, Cocok Jadi Tambahan Penghasilan

Budidaya jamur tiram bisa jadi pilihan untuk tambahan menghasilkan uang. Sebab jamur kini menjadi salah satu bahan pangan yang banyak dicari

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Hening Sekar Utami
BUDIDAYA JAMUR - Pemilik kafe Istana Jamur Cafebilitas di Batam, Tiara Patricia menunjukkan jamur tiram yang baru tumbuh di kubung jamur. Berikut cara budidaya jamur tiram di tempatnya 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jamur tiram bisa menjadi komoditi pangan yang mendatangkan keuntungan bagi penjualnya.

Selain banyak dicari, ternyata budidaya jamur tiram sangat mudah.

Umumnya saat ini, sudah banyak produsen yang menyediakan bibit jamur dalam bentuk baglog.

Baglog adalah media tanam dari campuran serbuk kayu yang telah dimasukkan bibit tanaman jamur di dalamnya. Harga satu baglog bisa beragam, mulai dari Rp 3 ribu hingga Rp 7 ribuan.

Baca juga: Istana Jamur Cafebilitas, Kafe Baru di Batam yang Ramah Disabilitas

Dengan baglog, proses budidaya jamur tiram menjadi lebih mudah. Tinggal siapkan kubung jamur, dan atur suhu ruangan sekitar 16⁰C hingga 24⁰C, maka baglog akan menumbuhkan jamur-jamur yang siap panen dalam waktu singkat.

"Jamur di sini bisa tumbuh mekar dalam semalam, jadi setiap hari kami bisa panen," jelas Karim, seorang pekerja di kubung jamur Istana Jamur Cafebilitas Batam, pada Senin (19/2/2024).

Di kubung jamur, baglog bisa disusun di atas rak dengan posisi vertikal atau horizontal.

Sebelum siap disiram, baglog harus terlebuh dulu dibungkus rapat dengan menggunakan plastik. Setelah warnanya memutih, barulah plastik dibuka, kemudian disiram pada waktu tiga hari setelah dibuka.

Penyiraman jamur juga sebaiknya menggunakan spray agar air tidak menggumpal ketika terkena jamur tiram. Siraman air tersebut merupakan upaya untuk menjaga agar baglog tetap dalam kondisi lembab. Kelembaban tersebut memicu tumbuhnya jamur dengan mudah.

Apabila jamur telah mekar sempurna, barulah ia siap dipanen. Menentukan jamur yang siap panen tidak sembarangan. Jika daun jamur sudah mekar cukup lebar, yakni paling tidak seukuran tiga jari, barulah jamur tiram bisa dipetik.

"Di kubung jamur kami sekarang ada 1.700 baglog. Satu baglog bisa untuk 6-7 kali panen, dan bisa tahan 3-4 bulanan," ujar Karim.

Baca juga: 5 Kandungan Dalam Jamur yang Sangat Bermanfaat untuk Kesehatan

Ia menambahkan, tidak ada perawatan khusus yang harus diterapkan dalam budidaya jamur tiram ini, tetapi baglog harus tetap dijaga agar tidak terserang hama. Sebab, jamur adalah makanan bagi hama, contohnya siput. Agar tidak mudah terserang hama, jamur-jamur ini rutin diberi obat khusus.

Usai dipanen, jamur-jamur tiram dari kubung jamur ini diolah menjadi produk siap saji, berupa makanan olahan jamur. Makanan seperti jamur crispy, sambal jamur, hingga bakso jamur, dijual di kafe ini. Di kafe, produk jadi berupa makanan kalengan Rendang Jamur Tiram juga bisa dibeli di sini.

Kubung jamur juga dibangun sebagai tempat educenter, di mana anak-anak sekolah kerap datang untuk belajar proses budidaya jamur tiram, serta mengikuti pelatihan memasak olahan jamur tiram.

Melihat banyaknya produk jadi yang bisa dijual dari olahan jamur tiram, maka jenis jamur ini sangat potensial sebagai ladang penghasilan yang mudah dan murah. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved