Minggu, 12 April 2026

RAMADAN

Niat dan Tata Cara Puasa Qadha untuk Ganti Utang Puasa Ramadan

Ucapkan niat dan tata cara yang benar saat akan melakukan puasa qadha untuk mengganti hutang puasa di tahun lalu jelang Ramadan 2024.

Penulis: Karunia Rahma Dewi |
freepik.com
Niat dan tata cara ganti puasa qadha ramadan karena haid, Kamis (22/2/2024). Foto: Ilustrasi wanita berdoa dalam unggahan resmi freepik.com, Kamis (22/2/2024). 

TRIBUNBATAM.id - Inilah niat dan tata cara puasa qadha untuk ganti puasa Ramadan.

Para wanita tak jarang harus berhenti puasa di bulan Ramadan saat datang bulan datang. 

Kejadian tersebut menjadi hal yang normal dialami wanita yang sudah baligh. 

Meskipun tak bisa menjalani puasa secara penuh, Anda bisa menganti utang puasa dengan cara puasa qadha. 

Puasa qadha merupakan puasa yang dikerjakan untuk menggantikan puasa wajib Ramadhan.

Menurut Nahdlatul Ulama, orang-orang yang wajib mengqadha puasa Ramadhan ialah orang yang sanggup berpuasa tapi terhalang karena aktivitas tertentu sesuai ketentuan Allah SWT salah satunya adalah saat haid. 

Baca juga: Bolehkah Puasa Qadha Ramadan dan Puasa Nazar Digabung dalam Satu Hari?

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah terkait hutang puasa qadha:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Lewat hadist tersebut, umat muslim yang memiliki utang puasa diwajibkan hukumnya untuk mengqadha puasa Ramadhan.

Niat puasa qadha Ramadan

Berdasarkan Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna'-nya sebagai berikut:

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر.

Artinya: Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah saw, "Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya." Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits," (Lihat Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna', [Darul Fikr, Beirut: 2007 M/1428 H], juz II).

Sehinga umat muslim diwajibkan membaca niat puasa qadha yang benar, sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved